
Anda orang yang super sibuk? Orang yang ngefans terhadap seseorang atau sesuatu? Orang yang ingin mengubah nasibnya? Atau mungkin orang yang ingin merubah SAE (tingkat kekentalan) otak anda? Jika jawaban anda “YA” maka saya sarankan anda untuk mulai rajin mengunjungi toko buku atau pun perpustakaan terdekat anda.

Tanpa kita sadari –dan seringkali kita menganggap enteng- kedua tempat itu memiliki kekuatan magis untuk menjadikan kita manusia lebih baik. Tentunya dengan mengunjungi sembari membaca buku yang tersedia di sana.
Mungkin ini adalah saran yang klasik dan kurang asyik. Ada sebagian orang yang mungkin berkata “mending gue hang out bareng temen dari pada
ngadepin buku.
The point is, gak harus 24 jam
pantengin tuh buku atau tabloid, tapi at least 2 jam sehari anda punya sesuatu yang dibaca.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa membaca itu adalah sesuatu yang nikmat.
Dengan menyediakan waktu setidak-tidaknya 1 jam sehari untuk membaca dalam waktu 4 tahun kita bisa menjadi master dalam sesuatu hal baru. Orang-orang akan berdatangan untuk berkonsultasi yang ujung-ujungnya kita akan lebih, lebih secara financial maupun secara sosial. Lagi pula,orang kaya yang membaca buku kekayaannya lebih awet karena ia tahu apa yang harus dia lakukan dengan kekayaannya dan dia bisa memprediksi trend yang akan terjadi di masa depan. Kalau memang anda orang yang super sibuk, gunakan waktu makan siang anda yang satu jam yang tidak dipakai semuanya untuk makan. Gunakan waktu mangantri di dokter langganan anda untuk membaca, waktu menunggu klien anda, waktu diatas kendaraan (tentunya bukan anda pengemudi kendaraan tersebut hehe)dan sebagainya.

Salah seorang teman saya yang pernah berkesempatan berlibur ke Jepang menceritakan bahwa orang Jepang, ketika berangkat dan pulang kerja, saat berada diatas kereta, mayoritas dari mereka akan sibuk dengan mambaca. Kalaupun ada yang mengutak-atik handphone mereka, ternyata mereka sibuk membaca E-mail yang tidak sempat mereka baca ketika berada di tempat kerja mereka.
So, mereka memanfaatkan betul waktu mereka tanpa melupakan membaca. Apakah mungkin ini yang menjadikan mereka negara yang maju? Sekadar info, jepang menjadi Negara yang paling maju di Asia walaupun sebelumnya pernah diluluhhlantakan oleh bom atom. Namun, setelah itu mereka bertindak cepat dengan menerjemahkan semua text book bahasa asing (Inggris)ke dalam bahasa Jepang. Hasilnya? anda bisa lihat dalam beberapa tahun terakhir ini penjualan serta produksi Toyota mulai meninggalkan GM (General Motors) yang dulunya tidak pernah absen memimpin pasar otomotif dunia. Padahal bisa dikatakan bahwa yang menemukan mobil itu orang amerika tapi sekarang, setiap kita berbicara mengenai otomotif, kiblat kita kalau bukan Eropa ya Jepang itu.
Ide-ide dan horizon baru muncul disaat kita merasa kita sudah punya cukup ide dan wawasan. Contoh horizon baru yang saya dapat dari membaca adalah untuk mengetik sebuah alamat URL yang berakhiran dengan .com, kita tidak perlu bersusah payah mengetik www. dan .com-nya tetapi kita cukup mengetik alamatnya (misalnya: fellowcity4friends)kemudian tekan tombol ctrl+enter maka browser akan langsung mengarahkan kita pada
www.fellowcity4friends.com .Anda tahu dimana saya mendapatkan ilmu baru itu? Ternyata dari majalah Bobo, ya majalah anak-anak yang entah sekarang sudah sampai edisi keberapa itu.
berikut ini agar anda tidak terus menerus tinggal didalam tempurung. Apakah anda masih ingat akan urutan planet-planet galaksi Bima Sakti? Kalau masih ingat coba anda urutkan mulai dari yang terdekat dari matahari. Hah????!!! Anda masih memasukan Pluto sebagai salah satu planet?? Ini namanya anda masih tinggal di dalam tempurung (kalau seandainya kita semua kodok hehehe).
In the early 21st century, however, many objects similar to Pluto were discovered in the outer solar system, notably the scattered disc object Eris, which is 27% more massive than Pluto. On August 24, 2006, the IAU defined the term "planet" for the first time. This definition excluded Pluto as a planet, and added it as member of the new category of "dwarf planet" along with Eris and Ceres. After the reclassification, Pluto was added to the list of minor planets and given the number 134340. A number of scientists continue to hold that Pluto should be classified as a planet. (http://en.wikipedia.org/wiki/Pluto)Membaca buku di sebuah perpustakaan atau toko buku merupakan suatu keistimewaan tersendiri. Hal ini menjadi istimewa karena selain di surga atau neraka, hanya di tempat- tempat inilah kita bisa mengumpulkan orang kaya, orang sukses, nabi, penemu, orang mati, ahli kesehatan, anak-anak, benda-banda kesayangan kita, ahli computer, sinetron, para artis, ahli phsikologi, ahli marketing dll. didalam satu bangunan. Bayangkan kita bisa bertemu dengan Bill Gates, Olla Ramlan, Bob Sadino, The Cangcuters, Steve Jobs, Yesus Kristus serta didampingi oleh Mark Zuckerberg serta Soichiro Honda duduk seruangan dengan anda dan membagikan kisah hidup mereka kepada anda. Wah sungguh suatu moment langka yang bisa diwujudkan di dunia nyata ini bukan? Dan ini tentunya bisa mengobati dahaga para fans masing-masing.
Nah, buat anda yang merasa otaknya kekentalan bisa mulai mencoba untuk membuka diri dengan bacaan yang ada disekitar anda. Ketika anda membaca sesuatu, cobalah untuk berhenti sejenak dan pikirkan, bahwa selama anda membaca, pikiran anda ikut memvisualisasikan apa yang anda baca. Sehingga kita lebih mudah dalam memahami sesuatu. Membaca buku membuat imajinasi kita berkesempatan untuk bermain dan berlari2. Karena sering memiliki kesempatan bemain dan berlari, pikiran menjadi rileks dan sehat; yang pada akhirnya berimbas pada “keenceran” otak hehehe. Dan, hal ini yang tidak dimiliki oleh media televisi karena televisi sudah memvisualisasikannya untuk kita sehingga otak kita jarang untuk bisa dipakai berimajinasi ketika kita menonton televisi.
Membaca juga bisa membantu kita dalam manghadapi situasi dan kondisi darurat, ibu rumah tangga jadi tahu tindakan apa yang harus diambil ketika bayinya tersedak makanan. Kita jadi tahu langkah-langkah apa yang harus diambil ketika suasana yang berada diluar kuasa kita menimpa –misalnya bencana alam.
Satu hal terakhir yang saya anggap luar biasa dari membaca adalah kemampuannya untuk tidak hanya mempercantik tapi juga mempercanggih diri kita. Rata-rata penulis buku (yang berkualitas) adalah orang yang usianya kurang lebih 35 tahun. Dan buku-buku yang mereka tulis biasanya berdasarkan pengalaman mereka atau dari apa yang mereka pelajari. Ini berarti, membaca 1 buku sama dengan menambah pengalaman kita selama 35 tahun. Apa yang terjadi jika mampu membaca 10 buku, 100 buku, 1000 buku bahkan lebih? Betapa mutkhirnya kita?
Membaca bisa dari sumber mana saja. Terserah anda. Yang pasti dengan membca hidup jadi lebih mudah. Contoh, seorang loper koran mampu mendapatkan 500 juta rupiah dari mengikuti kuis Who wants to be a millionaire. Ketika ditanya Tantowi Yahya dari mana dia mendapatkan pengetahuan yang luar biasa luas itu? Jawabannya adalah Koran bekas yang dia jual setiap harinya. His life will never be the same again.
Mulailah membuka halaman …