Pada tanggal 11/03/09 lalu, selepas mengantar ibu saya untuk medical Check up di Jl. Kartini, kami mampir untuk menikmati hidangan siang di Pujasera Kartika, Jl. Diponegoro-Surabaya.
seperti biasanya, ketika berada di suatu tempat makan yang baru, saya akan memesan hidangan yang belum pernah saya liat atau cicipi sebelumnya.
Namun, siang itu pada daftar menu Pujasera itu tidak ada makanan yang asing bagi saya. Oleh karena itu sebagai kompensasinya, saya memesan minuman yang asing bagi saya. Es Lidah Buaya. Jadilah minuman itu bersanding dengan Gudeg pesanan saya. Saya memesan gudeg karena saya ingin tahu bagaimana rasa makanan khas Jogja itu di Pujasera yang ada di Surabaya ini. Di samping itu, saya kangen dengan rasa gudeg setelah sekian lama pindah dari Jogja, jarang sekalisaya menikmati hidangan itu. Gudeg andalan saya di Jogja adalah gudeg batas kota. lokasinya dekat dengan kos-kosan saya. Rasa, porsi dan harganyanya pun memang gue banget.
Ibu saya paham betul hobi saya mencicipi makanan yang "aneh2" bagi mereka. setalah mencicipi gudeg yang rasanya biasa saja, kini saatnya menikmati es Lidah buaya. Ini adalah pengalaman pertama saya dalam mencicipi Es lidah buaya. Membayangkan tanaman yang lebih terkenal untuk bahan shampo ini saja saya sudah merasa ganjil. Apalagi pinggirannya yang berduri-duri itu. Meskipun sebelumnya saya pernah dengar tentang pengolahan makanan ini. Akan tetapi, jika dilihat dari penampilannya, menggoda juga. Airnya saya sruput melalui sedotan srrruuut wah manis-manis adem. Kemudian daging Lidah buaya itu saya cicipi hmmm… mau tahu rasanya disiang bolong yang panas itu? Ternyata Deliciouso, Nikmat banget. Bentuknya yang berwarna putih dan berserat itu mirip dengan buah rambutan atau lichy namun ia lebih tipis, lebih lembut dan adem dilidah. Sungguh suatu perpaduan yang sempurna jika ditambah dengan es batu seperti di gambar ini.
seperti biasanya, ketika berada di suatu tempat makan yang baru, saya akan memesan hidangan yang belum pernah saya liat atau cicipi sebelumnya.
Namun, siang itu pada daftar menu Pujasera itu tidak ada makanan yang asing bagi saya. Oleh karena itu sebagai kompensasinya, saya memesan minuman yang asing bagi saya. Es Lidah Buaya. Jadilah minuman itu bersanding dengan Gudeg pesanan saya. Saya memesan gudeg karena saya ingin tahu bagaimana rasa makanan khas Jogja itu di Pujasera yang ada di Surabaya ini. Di samping itu, saya kangen dengan rasa gudeg setelah sekian lama pindah dari Jogja, jarang sekalisaya menikmati hidangan itu. Gudeg andalan saya di Jogja adalah gudeg batas kota. lokasinya dekat dengan kos-kosan saya. Rasa, porsi dan harganyanya pun memang gue banget.
Ibu saya paham betul hobi saya mencicipi makanan yang "aneh2" bagi mereka. setalah mencicipi gudeg yang rasanya biasa saja, kini saatnya menikmati es Lidah buaya. Ini adalah pengalaman pertama saya dalam mencicipi Es lidah buaya. Membayangkan tanaman yang lebih terkenal untuk bahan shampo ini saja saya sudah merasa ganjil. Apalagi pinggirannya yang berduri-duri itu. Meskipun sebelumnya saya pernah dengar tentang pengolahan makanan ini. Akan tetapi, jika dilihat dari penampilannya, menggoda juga. Airnya saya sruput melalui sedotan srrruuut wah manis-manis adem. Kemudian daging Lidah buaya itu saya cicipi hmmm… mau tahu rasanya disiang bolong yang panas itu? Ternyata Deliciouso, Nikmat banget. Bentuknya yang berwarna putih dan berserat itu mirip dengan buah rambutan atau lichy namun ia lebih tipis, lebih lembut dan adem dilidah. Sungguh suatu perpaduan yang sempurna jika ditambah dengan es batu seperti di gambar ini.

Saya tahu bahwa lidah buaya atau Aloe vera ini selain nikmat juga berkhasiat. Tapi buat saya what matters waktu itu adalah rasanya, khasiatnya nanti dulu. Sesampai di rumah baru iseng-iseng saya mengoogle khasiatnya. Menurut Dra Erlin Nurtiyani MSi, peneliti dan dosen dari FMIPA Universitas Indonesia, di dalam daging Aloe Vera terdapat 200 kandungan berbeda yang sangat berguna bagi manusia. Erlin menyebutkan, manfaat lidah buaya sudah dibuktikan sejak empat ribu tahun lampau. Konon, Ratu Cleopatra dan Raja Aleksander Agung pun sering mengonsumsi minuman lidah buaya.
Erlin menambahkan, hasil penelitian menunjukkan, setiap 50 gram daging lidah buaya yang terdapat di dalam kemasan Kavera mengandung 150 mg MPS. MPS memiliki aneka kegunaan bagi manusia, antara lain menghaluskan kulit, mencegah kerontokan rambut, mengatasi susah buang air besar, melancarkan saluran pencernaan, meringankan wasir, mencegah panas dalam, dan meredakan batuk rejan. "Kavera juga bermanfaat untuk membantu kelancaran haid, membantu penyembuhan kanker, mengurangi gejala penyakit jantung, dan mencegah komplikasi pada penderita diabetes dan kolesterol," paparnya. Sumber : Republika (25 April 2005). (http://www.haki.lipi.go.id/utama.cgi?cetakfenomena&1116912124)
Wah ternyata luar biasa banyak banget yah manfaat dari Lidah buaya itu? Saking banyaknya sampai saya jadi susah mengingatnya. Tapi satu hal yang pasti, ini akan menjadi minuman wajib saya. Karena rasanya dapat, khasiatnya dapat, harganya juga normal kok.
So, bagi anda yang belum pernah mencobanya, atau mungkin masih merasa jijik ketika membayangkan lidah buaya, gak usah dibayangkan tapi es lidah buaya itu patutnya dinikmati. Selamat mencoba.
0 comments:
Post a Comment