Beberapa waktu lalu, ketika sedang "jalan-jalan" ke Twitter, saya menemukan foto di atas tersebut. Foto dengan satu kata dalam bahasa Jepang sebagai captionnya ini, begitu mencuri perhatian saya. Kintsukuroi, yang kurang lebih berarti "memperbaiki dengan emas" adalah suatu seni memperbaiki/"mengelem" potongan-potongan tembikar yang pecah dengan cairan emas atau perak dengan harapan tembikar tersebut akan lebih indah walaupun telah pecah/hancur sebelumnya.
Ini luar biasa, karena selain keindahan yang didapat dari seni ini, saya juga menemukan filosofi dasyat pada Kintsukuroi ini. Saya membayangkan, jika tembikar ini diibaratkan dengan kehidupan, yang di dalamnya ada berbagai macam masalah, bisa masalah hubungan asmara, hubungan keluarga, masalah financial, masalah cita-cita, masalah pekerjaan dan lain-lain. Terhempas badai cobaan dan menghancurkan harapan kehidupan ini, lalu apa yang akan kita perbuat terhadapnya? Menangisi? Iya. Trus setelah meratapinya apa yang akan kita lakukan? menyerah dan menjadi seorang apatis? tentu tidak.
Dengan Kintsukuroi, kita belajar untuk menata kembali kepingan-kepingan kehidupan yang hancur. bukan hanya menata dengan serampangan, namun menatanya dengan bahan-bahan yang terbaik, bahan-bahan termahal, yang menjadikan kehidupan ini Indah.
Saya tidak tahu masalah apa yang mungkin sedang anda hadapi. Namun dari Kintsukuroi, saya berharap anda dapat menemukan jalan keluar yang terbaik, semangat yang tertinggi sebagai landasan pemecah kebuntuan masalah anda.
Semoga semangat Kintsukuroi yang saya dapat ini bisa menjadi semangat kita bersama.
Semoga semangat Kintsukuroi yang saya dapat ini bisa menjadi semangat kita bersama.
0 comments:
Post a Comment