Bergegas saya melompat dari tempat tidur, memutar keran air panas di kamar mandi, menikmati setiap tetes air yang menerpa kulit Saya, sambil terus diserempet pikiran bahagia, kuatir, awas, cemas, optimis, terharu dan seterus dan seterusnya.
Saya bersyukur dan beruntung banget punya orang tua, terutama mama yang senantiasa ada di setiap ups and down hidup saya. Termasuk di pagi ini ketika selesai mandi mama sudah menyiapkan segala tatanan Seserahan/hantaran yang di butuhkan. Hal ini begitu berasa "dalam" sekali ketika kamu akan mengadakan suatu acara besar dalam hidup kamu, jauh dari saudara-saudaara yang lain dan yang ada hanya kamu dan kedua orang tua mu menghadapi semua ini. Bangga banget punya Orang tua kayak mereka.
Rasa "dalam" itu belum berakhir, di Tangerang sini juga baru saya betul-betul mengalami apa itu buah dari pertemanan yang baik, Keramahtamahan, silaturahmi yang selama ini kita pupuk di Kupang. Rekan kerja papa yang kebetulan berdomisili di Tangerang dan Besan dari Adik mama turut hadir mendampingi "pasukan" kecil ini. Ini yang membuat saya gemetar. Gemetar karena gugup menghadapi prosesinya nanti sekaligus gemetar karena terharu orang-orang seperti mereka mau meluangkan waktunya untuk menjadi keluarga kami di pagi ini. Saya tidak tahu kalau saya orang yang baik tapi hari ini saya jadi mengerti kalau kita baik, kita ramah, kita tenggang rasa suatu hari kelak kita akan menikmati buah manisnya.
Waktunya berangkat meminang belahan jiwa. Doa telah dipanjatkan,namun untuk mengangkat nampan-nampan berisi seserahan ini kami kekurangan orang. Apalagi ada nampan yang lumayan berat. Tak hilang akal, kami pun mangajak 2 orang petugas sekuriti hotel untuk membantu kami. Saya sempat barharap ini di Kupang dimana akan sangat mudah bagi kami untuk menemukan orang bersedia membantu kami. Akan tetapi ini Tangerang, dan disaat mendapat bantuan dari "keluarga baru" ini rasanya bisa bikin senyuman syukur enggan berlalu pergi dari kedua bibir saya.
Rasa syukur saya berlanjut manakala seluruh tatanan acara berlangsung dengan lancar. Apresiasi saya haturkan kepada keluarga dari pihak wanita yang sangat welcome sehingga acara ini terasa banget "homenya". Saya pun resmi bertunangan.
Lalu apa rasanya menyandang "titel" tunangan seseorang? Jawabannya saya peroleh ketika acara ini selesai, Dia merangkulkan kedua tangannya di kedua pundak saya. Dengan mata berbinar dan senyum merekah dia berucap "Makasih ya untuk semua-semuanya, Ika senang banget hari ini." Melihat binar sinaran dalam kedua bola matanya, Saya tersadar bahwa makhluk cantik di hadapan saya ini begitu tulus mencintai saya. Saya kehabisan kata-kata namun moment itu seakan menyadarkan saya bahwa saya menjadi pria sempurna karena dia ada mendampingi saya. Ya saya merasa begitu Sempurna. Saya mencoba menerjemahkan bahasa expresi wajah kita berdua yang berkata "Yes I want to Stay inside your heart, fall in love again and again and grow up in love with you until the time is through".
0 comments:
Post a Comment