Tuesday, January 14, 2014

Ups! Dia Bukan Untuk Batong

Uups! Ini dia, wanita yang pernah mencuri hatiku
Uups! Ini Aku, korban yang pernah mau dicuri hatinya dengan kerelaan penuh
Pada satu titik waktu bertemu pandang
Bertatapan seakan enggan mengalihkan pandangan
Saling melemparkan senyum tanpa satu katapun terucapkan
Yang tanpa disadari, hatiku, hatinya telah berlari meninggalkan raga kami
Bertemu, berangkulan, bercumbu dan berciuman
Seakan ingin menunjukan betapa menderitanya mereka melalui hari-hari sendiri
Sementara tubuh kami kaku berdiri
Tak tergoyahkan terpasung ego di tempat masing-masing
"Hai, apa kabar?" kau coba mendobrak kekakuan
Dengan berdegup kencang Ku balas "I'm OK. Thanks."
Dan tiga kata kebohongan yang paling sering diucapkan di dunia inipun akhirnya keluar dari mulutku.
Dan dibalik obrolan kecil ini, mengehempaskan kenangan
yang semuanya seharum kembang kenanga
namun berasa rujak dilidah
Ku coba membendungnya
dengan mengingat kembali pusara cinta
yang tanahnya masih lembab diguyur hujan kemarin
 Aku mulai terbawa rasa nyaman,
Namun dibalik itu, tak Ku tahu ini tetesan ke berapa dari air mataku 
yang harus Ku telan dalam-dalam
Bergegas, dengan sedikit memaksa,
kutarik lengan hati ku yang masih sibuk bercumbu
sambil berkata "Bro, jalan pulang Takari su!, Dia bukan untuk batong, Dia bukan untuk batong."

By IRL, 
12.51

0 comments: