Sunday, December 22, 2013

Perempuan-Perempuan Dalam Do'a Ku

Ada yang membawa Ku ke dunia
Ialah yang Ku anggap karunia
Ada yang tumbuh bersama Ku
Bagian dari sumber kenanganKu
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Tumpuan-tumpuan kuatKu

Ada yang pernah membuatku patah hati
Dalam mereka Ku temukan arti sakit
Ada yang membawa getaran-getaran indah
Itu sangat-sangat membuat Ku hangat dalam cinta
Aku pun termotivasi
Mereka selalu menjadi Inspirasi
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dari mereka Ku mengerti kasih
Kepada mereka Ku berterima kasih
Dari mereka Ku temukan haru
yang selalu membuat Ku menjadi baru
Dari mereka Ku bedakan baik dari buruk
 Itu cukup untuk menjenuhkanKu dari terpuruk

Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dalam mereka Ku melihat apa adanya Aku
Dari mereka Ku temukan sabar
Yang membuat Ku sadar dan tegar

Ya...dalam do'a Ku, Ku bawa mereka
Agar mereka semua
Diberkati Yang kuasa
SenyumKu :) untuk semua
Perempuan-perempaun yang ada dalam do'a Ku

 By: IRL
Jogjakarta, Monday, April 28, 2003
02:05 am

Sunday, December 1, 2013

Berselimutkan Kerinduan

Nyanyian bisu hati seorang lelaki
Yang suara hatinya dibawa kekasih
Lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Membisikan hanya satu nama dalam setiap lamunan
Nama yang terus meyakinkan sang lelaki
'Tuk jalani hari-harinya tanpa keraguan

Datanglah pada Ku
Menarilah bersama Ku
Supaya hatiku dapat kembali bernyanyi
Bukan dengan suara sunyi
Namun dengan suara sempurnanya kebahagiaanku

Dia jadikan malam-malamku wahana penyiksaku
yang memaksaku menyusuri detak detik-detik kesunyian
Dia jadikan Aku lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Meski hati mencoba berbisik ke lain labuhan
Namun yang Ku temui hanyalah hamparan kebisuan
Karena suara hatiKu senantiasa bersamanya
Kemanapun pergi Ku

Tuhan biarkan dia tahu
Ada lubuk yang selalu terbuka
Untuk disinggahi, dihiasi dan dicintai
Ada jantung hati yang terus berdegub
Agar nadi terus berdenyut 
Menjaga cinta terus menderu

Thursday, September 19, 2013

Nasi Pecel Di Kupang (Aslinya Jawa Timur, Suasananya Jogjakarta, Sentuhannya Kupang)

Malam ini, setelah seharian menjalani full activities, muncul keinginan Saya untuk mencoba sesuatu yang baru. Setelah sejenak berpikir, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Nasi Pecel                   (Pecel merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia, khususnya seni kuliner Jawa yang berbahan dasar sayur-sayuran rebus yang dihidangkan dengan bumbu kacang. Wikipedia)
yang katanya temen2 lumayan menggoyang lidah. Tentunya hal ini selain akan mengeliminasi rasa lapar saya, akan mengeliminasi pula rasa penasaran saya. Kayak apa sih makan makanan yang khas Jawa Timur di Kupang-NTT? yuuukk....
Kali ini, pilihan nasi pecel berlokasi di Kuanino tepatnya berada di depan Hotel Flobamor. Saya langsung berkendara dengan sepeda motor hitung-hitung sekalian mencari udara segar...
Setibanya di sana, saya langsung memesan satu porsi dengan menu telur dadar dan empal tak lupa Teh hangatnya. Pada suapan pertama...rasa bumbu kacangnya serta sayuranya langsung mengingatkan saya pada Pecel/Rawon langganan Saya di Pasar Pucang Surabaya. Sembari mengunyah, saya mulai tersenyum sendiri karena membayangkan kalau ini merupakan suatu moment special yang langka. Saya bilang spesial karena saya memakan makanan khas Jawa Timur/ Surabaya. Dengan suasa Jogjakarta karena makanya Lesehan di emperan Toko mirip ketika menikmati Gudeg khas Jogja di Jalan Solo. Dan yang paling Special adalah pecelnya pedes hhmmm kalo yang ini saya bilang "sentuhan" Kupang banget. Karena rasa pedes itu merupakan saudara kembarnya orang Kupang (kapan2 kita bahas tentang pedesnya orang Kupang). Selain itu, Sentuhan khas Kupang yang lainnya yang tidak ditemukan di Jogja maupun Surabaya adalah kita bisa menikmati makanan kita tanpa harus "keganggu" para pengamen. Kalau mau dibilang, gak sia-sia juga orang Kupang itu bergengsi tinggi. Kita yang penikmat makanan pinggir jalan jadi tentram. O iya buat anda yang mementingkan kebersihannya, disaat menikmati Pecel pesanan saya, saya juga sempat memperhatikan ternyata piring dan sendoknya dicuci dengan bersih menggunakan sabun dan airnya diganti.So, ini salah satu malam spesial saya. Menikmati Pecel Jawa Timur dengan Suasana Jogja tapi makannya di Kupang dan dengan Sentuhan Kupang. I love this life. You?