Saturday, March 27, 2010

Oetune 27122009. Is This Paradise For Real?



Dulu, jauh-jauh saya pergi ke Bali karena orang bilang disana pantainya merupakan salah satu yang paling indah di dunia. Setelah tiba di sana saya setuju. Bagus sih. Tapi, seperti gula yang manis, selalu dikerubuti semut, begitu juga pantai-pantai yang ada di bali. Punuh dengan kerumunan orang. Akhirya bukan hamparan pasir putih yang kita nikmati tapi hamparan manusia. Asyik memang, buat orang yang ingin cuci mata dan mencari kenalan baru. Lalu bagai mana dengan kita-kita yang ingin benar benar menikmati pemandangan pantai? hmmm jangan kuatir dunia masih terlalu besar untuk kita nikmati.

Pagi itu 27/12/09, bertepatan dengan my brother's birthday, kami sekeluarga berserta beberapa orang teman bertolak ke pantai yang berjarak sekitar 3 jam berkendara dari Ibu kota NTT, Kupang. Kalau dari Takari sih cuman 1,2 jam. Seluruh kebutuhan standard berpiknik dipantai seperti makanan enak, kudapan pengganjal praktis, minuman seger hingga yang sedikit beralkohol sudah bercokol di bagasi mobil. dengan beriringan 3 mobil kami berangkat. "Pak sopir..jangan lupa setelah jembatan Noelmina, pertigaan, belok kanan". Yuuuk.....:)

Olala, sebelum tiba di pantai Oetune ini saya sudah dihiburi dengan hamparan lapangan hijau luas yang suejuk di mato. Itu belum seberapa, ternyata pantainya lebih "sadis" lagi. Bathin saya sempat diserempet pertanyaan "Is This Paradise For Real?". Pantai selatan Indonesia dengan hamparan pasir putih yang seolah tak berujung meladeni pandangan mata saya dengan cantiknya. Tidak hanya sampai di situ, jejeran Lopo (bangunan bunder beratap jerami) siap sedia menaungi dari terik dan hujan. Mau menyantap makanan yang di bakar? jangan kuatir tempat untuk bebakaran sudah parkir menunggu anda. Lalu apa yang kurang? karena masuknya masih gratis maka tidak ada penjaganya. Sehingga Fasilitas Sumur pompa manual yang tersedia untuk berbilas setelah berbasah-basahan air laut, kini tidak dapat berfungsi dengan baik karena gagang pemompanya telah hilang digondol maling. Kebelet ingin buang hajat? wah ini bakalan menjadi persoalan pelik bagi anda karena WC umum yang disediakan telah lama tak terurus. Solusinya? jika anda cukup berani, laut yang luas bisa menjadi solusi hahaha asal tidak dipatuk ikan nakal saja. Kurang berani atau takut dipatuk ikan nakal? maka rumah warga sekitar yang berjarak sekitar 500m yang dapat menolong rasa emergensi anda hehehe. Oya satu lagi, dengan tidak tersediannya tempat sampah maka sisa-sisa kemasan minuman serta plastik semakin menumpuk karena keserampangan para pengunjung.
Apa mau dikata, Cuaca sempurna siang itu mengundang saya untuk cepat-cepat mengabadikannya ke dalam kamera saya. Tanpa mempedulikan panasnya pasir yang ada di kaki saya. Kamera handphone saya tak henti-hentinya saya bidik. Semua angle terasa tak bercacat. Mamang pantai yang tidak secrowded pantai-pantai di Bali ini sedikit keruh siang itu. Karena hujan baru saja mengguyuri daerah yang berdekatan dengan beberapa muara itu sehari sebelumnya.
Alamak, kesempurnaan piknik ini akan lebih berasa dikala hidangan dinikmati beramai ramai. Tuntunya setelah diiringi do'a penuh ucapan syukur.
Matahari mulai condong ke barat. Laut berangsur surut. Namun tidak semangat saya untuk melakukan ritual saya. Nyemplung ke laut. I don't care about the sun burnt. Just get into the water and go wild :). Splash byurrrr....saya sudah berlari menjemput ombak layaknya dua kekasih bertemu di airport setelah lama berpisah. Lupakan tentang asinnya air laut. Yang ada hanya asyiknya berendam. O o memori di otak saya beru saja mengkonfirmasi bahwa saya ternyata lupa membawa pakain ganti. Beew who cares. Skali nyemplung, basah serta kepuasan sudah jadi harga mati. Terus berguling di hamparan pasirnya sampai sore menjelang serta jemari tangan berkeriput, Saya akhirnya beranjak dari air dengan mendapati keempat kantong celana saya penuh dengan pasir. hehehe kalo dipikir-pikir, kalau sering mendapati kantong yang penuh pasir karena sering berendam di pantai , lama-kelamaan bisa bangun satu bangunan dengan Pasir di kantong-kantong saya hehehe.
That's it? fun-nya berakhir? ho ho nanti dulu. Dengan surutnya pantai ini maka semakin luaslah hamparan pasirnya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa remaja lokal untuk unjuk kebolehan balapnya. brum brum, dengan hanya berbekal motor ojek standard, mereka saling berpacu dengan kecepatan diatas penuh. Ini tindakan dare devil karena kata seorang penduduk disekitar lokasi wisata itu, trek-trekan liar di pasir ini bukan hanya merusak sepeda motor tapi kerap memakan korban jiwa. Tak jarang mereka melintas diatas pasir yang tidak padat, terjatuh, dan patah tulang leher. Namun, itu bukan ancaman, riuh sorak para penonton tetap memberikan semangat buat mereka. Tanpa peduli berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan besoknya untuk biaya servis motor mereka.
Hari sudah beranjak gelap. gerimis mulai mengundang. Saatnya pulang. Dengan menumpang mobil pick up karena keadaan pakaian basah yang tak kunjung kering. Goodbye Oetune my paradise. I'll see you soon.


SSStttt... tanggal 5 Maret 2010 barusan saya kembali mengunjungi Oetune lagi...pengen tau seperti apa ceritanya? nantikan saja ceritanya di Blog s9on.blogspot.com atau di www.facebook/irwan.r.louis

Teruslah lestarikan diri dan lingkungan anda !

Ciao

Heal the world :)
IRL





0 comments: