Thursday, February 19, 2009

Berapa Unit Sih Kira-Kira Jumlah Taksi Blue Bird Yang Ada di Surabaya?


Anda berdomisili di Surabaya dan sekitarnya yang sering menggunakan jasa taksi? Ato anda jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan jasa pelayanan taksi ? pernahkah muncul pertanyaan dalam benak anda tentang berapa unit taksi, khususnya taksi Blue Bird(karena taksi ini yang paling sering kita lihat) yang ada di Surabaya? iseng banget yah pertanyaannya? tapi it's oke saya memang terlahir untuk iseng.

Well, beberapa hari lalu saya mendapat pesanan untuk berbelanja ke daerah Kedungdoro. Karena barang yang akan saya beli tidak bisa diangkut dengan sepeda motor, saya memutuskan untuk berangkat dengan taksi.
Sayapun memutuskan untuk memanggil taksi yang didominasi kelir biru muda itu. Alasannya karena tempat mangkalnya dekat dengan perumahan tempat tinggal saya.
Setelah beberapa meter keluar dari portal perumahan, kami melewati salah satu taxi dari perusahaan yang sama yang sedang parkir. Dalam benak saya timbul pertanyaan, “kok kenapa yah bukan taksi yang terdekat yang sedang parkir ini yang dipanggil oleh operatornya?”

Ternyata jawabannya setelah saya tanya ke sopir taksi yang saya tumpangi ini adalah…operator malaui system GPS(Global Posisioning System) akan mencari dan menghubungi taksi yang bergerak yang terdekat ke lokasi si pelanggan taksi. Ooo pantes saja bukan taksi didekat rumah yang menjemput saya tapi taksi yang lumayan jauh karena taksi yag didekat rumah dalam posisi diam atau tidak bergerak.hhhmm saya jadi paham soal system pangil mamanggil mereka. Dan dengan system ini pula mereka selalu tahu dimana unit-unit taksi mereka berada.

Kemudian untuk mendepak rasa bosan, dalam perjalanan yang cukup jauh timbul pertanyaan-peranyaan iseng dari saya kepada supir taksi itu. Kebetulan supir taksi ini orang yang talkative. Hehe walaupun logat kami tidak nyambung-saya berlogat Kupang dan dia berlogat suroboyoan yang kental- seya mulai bertanya.
“Pak, kayaknya dimana –mana selalu ada taksi Blue Bird, emang ada berapa unit sih kira-kira di Surabaya ini?”

Tanpa iklan (seperti di acara kuis2 tv :)), dia menjawab kalau ternyata di Surabaya ini ada sekitar 800 (delapan ratus unit) taksi Blue Bird! Busyeet! Bisa kebayangkan kalo pas parkir butuh lapangan seluas apa tuh? Heheh kalo yang itu gak usah kwatir…mereka tidak semuanya beroperasi pada waktu yang bersamaan alias ada sitem siftnya. Ada yang keluar nya mulai jam 12 malam, ada yang mulai beroperasinya setiap pagi jam 8. yang beroperasi pada jam 8 pagi harus menyetor hasilnya pada pukul 12 malam dan begitu juga yang beroperasi pada jam 12 malam harus menyetor hasilnya pada jam 2 siang keesokan harinya. Lagi pula mereka mereka punya tiga pool yang cukup luas. Satu di Dinoyo yang baru (yang selalu ada spanduk cari sopirnya), satunya di Kenjeran dan yang satu lagi-maaf- saya lupa dimana hehehe.

Trus kalo taksi-taksi yang mangkal di hotel-hotel dan mal-mal itu gimana? Ternyata si perusahaan taksi harus membaya sewa tempat kepada pihak mal atau hotel untuk dapat menjejerkan taksi-taksi mereka disana. Wajar saja kalo di suatu hotel atau mal hanya ada satu jenis taksi atau ada beberapa taksi tapi tempat ngumpulnya yang beda.jadi itu bukan atas inisiatif para supir saja.
Dari jawabannya saya juga jadi tahu bahwa mereka boleh mangkal di mana aja (tempat mangkal groupnya) tanpa ada pembagian wilayah.

Lalu muncul lagi pertanyaan di kepala saya, “Pak…aku sering liat supir-supir taxi tidur di pingggir jalan, apa gak ada waktu libur yah buat supir taxi?” ooo ternyata saya salah. Supir taxi bukanlah “supir” becak. Supir taksi juga dikasih hari libur layaknya orang kantoran. Ada yang liburnya 2 hari seminggu, ada yang sehari seminggu. Istilahnya si pak supir taxi 5-2 sama 6-1.

Dan yang menarik disela-sela obrolan itu saya jadi teringat akan satu pertanyaan yang sering menggugah hati saya. Pertannyannya adalah “berapa sih pendapatan para supir taxi?”. Pertanyaan ini saya anggap menggugah hati saya karena setiap kali saya menumpang taxi sembari ngobrol bareng supirnya mereka selalu mengeluhkan pandapatan mereka. Walaupun mereka kerjanya “dalam ruangan ber AC” dan punya hari kerja seperti orang kantoran, ternyata pendapat mereka tidak sepasti orang kantoran. Gaji mereka adalah 30% persen dari pendapatan mereka hari itu. Jadi kalau misalnya mereka jari itu bisa dapat Rp 200.000 maka meraka sudah bisa membawa pulang Rp 60.000. wah lumayan yah? Satu bulan saja sudah sudah sekita 1.300.000 an dong? Eeiit tunggu dulu ternyata tidak semudah itu karena uang bahan Bakar menjadi tanggung jawab mereka. Jadi kalo setiap harinya bahan bakarnya Rp 100.000 yang ada mereka nombok Rp 40.000. belum lagi kalo ditambah uang makan-minum,rokok, plus uang buat keluarga. mmm susah juga yah jadi supir Taksi? Makanya gak heran kalo banyak supir taksi yang datang dan pergi. Dan gak heran juga kallau ketika kita menonton film-film Hollywood banyak orang yang setelah menggunakan jasa taksi akan berkata “keep the change”.

Semoga yang akan datang, disaat saya menggunakan jasa taksi sudah tidak terdengar lagi keluhan mengenai pendapatan yang kurang. Itu artinya semakin banyak orang di Surabaya yang menggunakan jasa taksi. Dan juga banyak yang pendapatannya meningkat sehingga salalu bilang keep the change hehehe.

Sekedar info:
-Untuk perjalanan taksi dari Raya Juanda ke Kedungdoro saya merogoh kocek sebesar Rp 59.900an.
Argo menunjukan angka 30.000an ketika saya sampai di depan Giant A.Yani
Info ini mungkin bisa bermanfaat buat orrang yang kebetulan ingin pergi ke tujuan yang sama dengan saya dengan menggunakan jasa taksi.
- Ini bukan promosi suatu perusahaan taksi tertentu. kebetulan waktu itu taksi yang saya panggil adalah taksi Blue Bird jadi ide untuk menulis ini muncul begitu saja.

Thank You

Singkatan Dari Bahasa Jawa

JAWA MODE ON :

Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku
untuk tag line suatu daerah.

Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman, Temanggung Bersenyum, Cilacap
Bercahaya, Klaten Bersinar, semuanya adalah singkatan. Juga untuk
menyebut suatu kawasan, yang katanya akan menjadi suatu kawasan yang
unggul dan berkembang.
Bermula dari Jabotabek, eh sekarang Jabodetabek.

Muncul pula Gerbangkertosusila( Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya ,
Sidoarjo, Lamongan),
Barlingmascakeb( Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen),
Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo,
Purworejo),
atau Joglosemar(Jogja Solo Semarang).

Beruntung tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya,
disingkat menjadi Semar Loyo.
Mungkin di masa mendatang akan muncul juga Dibalang Sendal (Purwodadi,
Batang, Pemalang, Semarang , Kendal), (dibalang sandal = dilempar sandal)
atau Kasur Bosok(Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten) -kasur
bosok=kasur busuk).
Asal jangan Susu Mbokde (Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura,
Delanggu)
atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap) -
ini kawasan Jogja.

Anak-anak muda Jogja tidak kalah kreatifnya untuk ikut-ikutan menyingkat
nama tempat.
Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza , atau Jakal (Jalan Kaliurang),
Jamal (Jalan Magelang).
Kalau anda sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di
Depazter alias Depan Pasar Terban. atau STM Pembangunan Yogyakarta
disingkat menjadi Stembayo

Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris
(Parangtritis) ,
atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem/Pasar Kembang), Jerman
(Jejer Kauman = sebalah Kauman) bahkan Banglades (Bangjo Lapangan
Denggung Sleman).

Anda seorang yang ringan tangan, suka membantu, tidak pernah menolak
untuk dimintai tolong? Berarti anda layak menyandang nama Willem Ortano,
alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.(dijamah mau tidak pernah nolak)
Atau kalau anda pintar omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan
omongan anda yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau
anda dipanggil sebagai Toni Boster,alias Waton Muni Ndobose Banter (asal
bunyi bohongnya besar)

dan masih banyak lagi singkatan2 ataupun plesetan yg lain
ayo apa lagi daku lupa nih singkatan ala oang Jogja / Jawa.......
barangkali aja nanti bisa di jadikan kamus singkatan bahasa jawa

Identical Twins

Drunk Story Of The Month

A drunken man walks into a biker bar, sits down at
The bar and orders a drink.
Looking around, he sees three men sitting at a
Corner table. He gets up, staggers to the table,
Leans over, looks the biggest, meanest, biker in
The face and says: 'I went by your grandma's house
Today and I saw her in the hallway buck naked.
Man, she is one fine looking woman!'
The biker looks at him and doesn't say a word. His
Buddies are confused, because he is one bad biker
And would fight at the drop of a hat.
The drunk leans on the table again and says: 'I got
It on with your grandma and she is good, the best I
Ever had!'
The biker's buddies are starting to get really mad
But the biker still says nothing.
The drunk leans on the table one more time and says,
'I'll tell you something else, boy, your grandma
Liked it!'
At this point the biker stands up, takes the drunk
By the shoulders looks him square in the eyes and says....................



'Grandpa;....... Go home! You're drunk.

Saturday, February 7, 2009

Spare Part Motor Asli Anda Ditukar Spare Part Palsu


Ini merupakan pengalaman yang menurut saya patut dibagikan. beberapa bulan yang lalu, saya mencoba untuk menyervice motor saya di sebuah bengkel dekat rumah saya di daerah Tropodo, Sidoarjo. Bengkel itu saya pilih karena berdekatan dengan salon langganan saya. Lagi pula, sudah beberapa tahun belakangan saya memang malas ke bengkel resmi. Alasannya karena selain lebih mahal, servicenya ternyata sama saja dan yang lebih gak enak lagi saya tidak bisa leluasa memberitahu masalah motor saya kepada mekanik karena biasanya pemilik motor hanya bisa menunggu di sebuah ruangan khusus. Padahal kan yang tahu masalah motor kan kita pemakai motor bukan mekaniknya?

Kembali ke masalah spare part tadi, singkat cerita, saya dengan PDnya menyervis motor saya di situ. Motorpun saya percayakan kepada mekanik bengkel itu dan saya pun berlalu ke salon untuk memotong rambut saya yang mulai memanjang (dan memutih :)). Sekitar 30 menit kemudian saya sudah selesai dengan urusan rambut, service motor saya bayar, motor saya start dan saya pun berlalu meski ketika itu motor saya terasa agak aneh (lebih enakan sebelum disservice) namun saya pikir itu hal yang wajar.

Hari-hari berlalu motor saya terasa semakin gak enak. Saya mulai berpikir unutk ganti oli dan service. Kali ini saya memilih bengkel lain yang lebih besar untuk service motor saya. Betapa shock nya saya ketika si mekanik mengatakan bahwa spuyer motor saya sudah diganti dengan spuyer motor Astrea Prima.namun saya tidk percaya begitu saja, saya mencoba bengkel yg lain. Ternyata mekaniknya pun mempunyai berita buruk yang sama. Saya merasa telah dirugikan oleh bengkel yang pertama tadi. Saya telah melakukan hal bodoh. Akibatnya, saya harus merogoh uang sebesar enam puluh ribu untuk mengganti spuyer yang tidak dijual di took onderdil motor itu. Di tambah biaya service dan parbaikan sudah sekitar 100 ribuan. Coba-coba itu memang mahal harganya. Untungnya Cuma spuyer yang dig anti. Coba kalau lain-lainnya ikut diganti? Hhmmm lumayan yah kalo di pake makan?. Semoga saya bisa memetik pelajaran dari kejadian ini. Begitu pula dengan teman-tema yang membacanya.


Tips dari saya ketika menyervice motor anda:

1.Pergilah ke tempat service resmi biar mahal tapi aman apalagi kalo masih ada service gratisnya.

2.Kalau memang ingin service di bengkel non resmi, carilah bengkel yang besar dan ramai. Karena biassanya servicenya memuaskan, bisa dipercaya, mekaniknya bagus dan harga terajangkau.

3.Yang terakhir dan yang terpenting, jangan pernah meninggalkan motor anda sendirian bersama mekanik yang tidak anda kenal dan perhatikan ketika mereka melakukan service pada motor anda agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan seperti diatas.