Sunday, April 12, 2015

12 April 2015 : The Engagement Day


Tangerang, Tak seperti biasanya, pagi ini saya terjaga dengan sejuta rasa, Seolah sang pagi dengan didukung seisi ruangan hotel ini baru saja menghantar ku ke suatu ujung jalan dan berseru: "This is it. you are about to put your steps to a whole  new different level of life, have a responsible fun." SAYA AKAN BERTUNANGAN HARI INI!!.
Bergegas saya melompat dari tempat tidur, memutar keran air panas di kamar mandi, menikmati setiap tetes air yang menerpa kulit Saya, sambil terus diserempet pikiran bahagia, kuatir, awas, cemas, optimis, terharu dan seterus dan seterusnya.
Saya bersyukur dan beruntung banget punya orang tua, terutama mama yang senantiasa ada di setiap ups and down hidup saya. Termasuk di pagi ini ketika selesai mandi mama sudah menyiapkan segala tatanan Seserahan/hantaran yang di butuhkan. Hal ini begitu berasa "dalam" sekali ketika kamu akan mengadakan suatu acara besar dalam hidup kamu, jauh dari saudara-saudaara yang lain dan yang ada hanya kamu dan kedua orang tua mu menghadapi semua ini. Bangga banget punya Orang tua kayak mereka.
Rasa "dalam" itu belum berakhir, di Tangerang sini juga baru saya betul-betul mengalami apa itu buah dari pertemanan yang baik, Keramahtamahan, silaturahmi yang selama ini kita pupuk di Kupang. Rekan kerja papa yang kebetulan berdomisili di Tangerang dan Besan  dari Adik mama turut hadir mendampingi "pasukan" kecil ini. Ini yang membuat saya gemetar. Gemetar karena gugup menghadapi prosesinya nanti sekaligus gemetar karena terharu orang-orang seperti mereka mau meluangkan waktunya untuk menjadi keluarga kami di pagi ini. Saya tidak tahu kalau saya orang yang baik tapi hari ini saya jadi mengerti kalau kita baik, kita ramah, kita tenggang rasa suatu hari kelak kita akan menikmati buah manisnya.
Waktunya berangkat meminang belahan jiwa. Doa telah dipanjatkan,namun untuk mengangkat nampan-nampan berisi seserahan ini kami kekurangan orang. Apalagi ada nampan yang lumayan berat. Tak hilang akal, kami pun mangajak 2 orang petugas sekuriti hotel untuk membantu kami. Saya sempat barharap ini di Kupang dimana akan sangat mudah bagi kami untuk menemukan orang bersedia membantu kami. Akan tetapi ini Tangerang, dan disaat mendapat bantuan dari "keluarga baru" ini rasanya bisa bikin senyuman syukur enggan berlalu pergi dari kedua bibir saya.
Rasa syukur saya berlanjut manakala seluruh tatanan acara berlangsung dengan lancar. Apresiasi saya haturkan kepada keluarga dari pihak wanita yang sangat welcome sehingga acara ini terasa banget "homenya". Saya pun resmi bertunangan.
Lalu apa rasanya menyandang "titel" tunangan seseorang?  Jawabannya saya peroleh ketika acara ini selesai, Dia merangkulkan kedua tangannya di kedua pundak saya. Dengan mata berbinar dan senyum merekah dia berucap "Makasih ya untuk semua-semuanya, Ika senang banget hari ini." Melihat binar sinaran dalam kedua bola matanya, Saya tersadar bahwa makhluk cantik di hadapan saya ini begitu tulus mencintai saya. Saya kehabisan kata-kata namun moment itu seakan menyadarkan saya bahwa saya menjadi pria sempurna karena dia ada mendampingi saya. Ya saya merasa begitu Sempurna. Saya mencoba menerjemahkan bahasa expresi wajah kita berdua yang berkata "Yes I want to Stay inside your heart, fall in love again and again and grow up in love  with you until the time is through".

Saturday, January 3, 2015

Be A Doer

2015, Jalan panjang yang pastinya seru2 sudah menanti. Gemeratak jemari kaki seolah pertanda ketidak sabaran untuk berjalan, berlari, merayap, berseluncur diatasnya. Seperti status Mark Wahlberg bilang : "Be A Doer". Jadilah pelaku atas semua yang sudah kamu rencanakan, kamu doakan, kamu harapkan, kamu Niatkan. Kadang keputusan yang kamu akan ambil membutuhkan sedikit kenekadan tapi untuk sebuah perubahan, keputusan harus dibuat,pilihan harus diambil. Jadilah lebih baik. Be a Doer.

Wednesday, April 16, 2014

Cinta Itu Bukan Pakaian Yang Bisa Digantung-Gantung


Tuesday, January 14, 2014

Ups! Dia Bukan Untuk Batong

Uups! Ini dia, wanita yang pernah mencuri hatiku
Uups! Ini Aku, korban yang pernah mau dicuri hatinya dengan kerelaan penuh
Pada satu titik waktu bertemu pandang
Bertatapan seakan enggan mengalihkan pandangan
Saling melemparkan senyum tanpa satu katapun terucapkan
Yang tanpa disadari, hatiku, hatinya telah berlari meninggalkan raga kami
Bertemu, berangkulan, bercumbu dan berciuman
Seakan ingin menunjukan betapa menderitanya mereka melalui hari-hari sendiri
Sementara tubuh kami kaku berdiri
Tak tergoyahkan terpasung ego di tempat masing-masing
"Hai, apa kabar?" kau coba mendobrak kekakuan
Dengan berdegup kencang Ku balas "I'm OK. Thanks."
Dan tiga kata kebohongan yang paling sering diucapkan di dunia inipun akhirnya keluar dari mulutku.
Dan dibalik obrolan kecil ini, mengehempaskan kenangan
yang semuanya seharum kembang kenanga
namun berasa rujak dilidah
Ku coba membendungnya
dengan mengingat kembali pusara cinta
yang tanahnya masih lembab diguyur hujan kemarin
 Aku mulai terbawa rasa nyaman,
Namun dibalik itu, tak Ku tahu ini tetesan ke berapa dari air mataku 
yang harus Ku telan dalam-dalam
Bergegas, dengan sedikit memaksa,
kutarik lengan hati ku yang masih sibuk bercumbu
sambil berkata "Bro, jalan pulang Takari su!, Dia bukan untuk batong, Dia bukan untuk batong."

By IRL, 
12.51

Sunday, December 22, 2013

Perempuan-Perempuan Dalam Do'a Ku

Ada yang membawa Ku ke dunia
Ialah yang Ku anggap karunia
Ada yang tumbuh bersama Ku
Bagian dari sumber kenanganKu
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Tumpuan-tumpuan kuatKu

Ada yang pernah membuatku patah hati
Dalam mereka Ku temukan arti sakit
Ada yang membawa getaran-getaran indah
Itu sangat-sangat membuat Ku hangat dalam cinta
Aku pun termotivasi
Mereka selalu menjadi Inspirasi
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dari mereka Ku mengerti kasih
Kepada mereka Ku berterima kasih
Dari mereka Ku temukan haru
yang selalu membuat Ku menjadi baru
Dari mereka Ku bedakan baik dari buruk
 Itu cukup untuk menjenuhkanKu dari terpuruk

Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dalam mereka Ku melihat apa adanya Aku
Dari mereka Ku temukan sabar
Yang membuat Ku sadar dan tegar

Ya...dalam do'a Ku, Ku bawa mereka
Agar mereka semua
Diberkati Yang kuasa
SenyumKu :) untuk semua
Perempuan-perempaun yang ada dalam do'a Ku

 By: IRL
Jogjakarta, Monday, April 28, 2003
02:05 am

Sunday, December 1, 2013

Berselimutkan Kerinduan

Nyanyian bisu hati seorang lelaki
Yang suara hatinya dibawa kekasih
Lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Membisikan hanya satu nama dalam setiap lamunan
Nama yang terus meyakinkan sang lelaki
'Tuk jalani hari-harinya tanpa keraguan

Datanglah pada Ku
Menarilah bersama Ku
Supaya hatiku dapat kembali bernyanyi
Bukan dengan suara sunyi
Namun dengan suara sempurnanya kebahagiaanku

Dia jadikan malam-malamku wahana penyiksaku
yang memaksaku menyusuri detak detik-detik kesunyian
Dia jadikan Aku lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Meski hati mencoba berbisik ke lain labuhan
Namun yang Ku temui hanyalah hamparan kebisuan
Karena suara hatiKu senantiasa bersamanya
Kemanapun pergi Ku

Tuhan biarkan dia tahu
Ada lubuk yang selalu terbuka
Untuk disinggahi, dihiasi dan dicintai
Ada jantung hati yang terus berdegub
Agar nadi terus berdenyut 
Menjaga cinta terus menderu

Thursday, September 19, 2013

Nasi Pecel Di Kupang (Aslinya Jawa Timur, Suasananya Jogjakarta, Sentuhannya Kupang)

Malam ini, setelah seharian menjalani full activities, muncul keinginan Saya untuk mencoba sesuatu yang baru. Setelah sejenak berpikir, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Nasi Pecel                   (Pecel merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia, khususnya seni kuliner Jawa yang berbahan dasar sayur-sayuran rebus yang dihidangkan dengan bumbu kacang. Wikipedia)
yang katanya temen2 lumayan menggoyang lidah. Tentunya hal ini selain akan mengeliminasi rasa lapar saya, akan mengeliminasi pula rasa penasaran saya. Kayak apa sih makan makanan yang khas Jawa Timur di Kupang-NTT? yuuukk....
Kali ini, pilihan nasi pecel berlokasi di Kuanino tepatnya berada di depan Hotel Flobamor. Saya langsung berkendara dengan sepeda motor hitung-hitung sekalian mencari udara segar...
Setibanya di sana, saya langsung memesan satu porsi dengan menu telur dadar dan empal tak lupa Teh hangatnya. Pada suapan pertama...rasa bumbu kacangnya serta sayuranya langsung mengingatkan saya pada Pecel/Rawon langganan Saya di Pasar Pucang Surabaya. Sembari mengunyah, saya mulai tersenyum sendiri karena membayangkan kalau ini merupakan suatu moment special yang langka. Saya bilang spesial karena saya memakan makanan khas Jawa Timur/ Surabaya. Dengan suasa Jogjakarta karena makanya Lesehan di emperan Toko mirip ketika menikmati Gudeg khas Jogja di Jalan Solo. Dan yang paling Special adalah pecelnya pedes hhmmm kalo yang ini saya bilang "sentuhan" Kupang banget. Karena rasa pedes itu merupakan saudara kembarnya orang Kupang (kapan2 kita bahas tentang pedesnya orang Kupang). Selain itu, Sentuhan khas Kupang yang lainnya yang tidak ditemukan di Jogja maupun Surabaya adalah kita bisa menikmati makanan kita tanpa harus "keganggu" para pengamen. Kalau mau dibilang, gak sia-sia juga orang Kupang itu bergengsi tinggi. Kita yang penikmat makanan pinggir jalan jadi tentram. O iya buat anda yang mementingkan kebersihannya, disaat menikmati Pecel pesanan saya, saya juga sempat memperhatikan ternyata piring dan sendoknya dicuci dengan bersih menggunakan sabun dan airnya diganti.So, ini salah satu malam spesial saya. Menikmati Pecel Jawa Timur dengan Suasana Jogja tapi makannya di Kupang dan dengan Sentuhan Kupang. I love this life. You?