Sunday, June 7, 2015

Kintsukuroi

     Beberapa waktu lalu, ketika sedang "jalan-jalan" ke Twitter, saya menemukan foto di atas tersebut. Foto dengan satu kata dalam bahasa Jepang sebagai captionnya ini, begitu mencuri perhatian saya. Kintsukuroi, yang kurang lebih berarti "memperbaiki dengan emas" adalah suatu seni memperbaiki/"mengelem" potongan-potongan tembikar yang pecah dengan cairan emas atau perak dengan harapan tembikar tersebut akan lebih indah walaupun telah pecah/hancur sebelumnya.
    Ini luar biasa, karena selain keindahan yang didapat dari seni ini, saya juga menemukan filosofi dasyat pada Kintsukuroi ini. Saya membayangkan, jika tembikar ini diibaratkan dengan kehidupan, yang di dalamnya ada berbagai macam masalah, bisa masalah hubungan asmara, hubungan keluarga, masalah financial, masalah cita-cita, masalah pekerjaan dan lain-lain. Terhempas badai cobaan dan menghancurkan harapan kehidupan ini, lalu apa yang akan kita perbuat terhadapnya? Menangisi? Iya. Trus setelah meratapinya apa yang akan kita lakukan? menyerah dan menjadi seorang apatis? tentu tidak.
    Dengan Kintsukuroi, kita belajar untuk menata kembali kepingan-kepingan kehidupan yang hancur. bukan hanya menata dengan serampangan, namun menatanya dengan bahan-bahan yang terbaik, bahan-bahan termahal, yang menjadikan kehidupan ini Indah.
    Saya tidak tahu masalah apa yang mungkin sedang anda hadapi. Namun dari Kintsukuroi, saya berharap anda dapat menemukan jalan keluar yang terbaik, semangat yang tertinggi sebagai landasan pemecah kebuntuan masalah anda.
    Semoga semangat Kintsukuroi yang saya dapat ini bisa menjadi semangat kita bersama.
 

Tuesday, May 5, 2015

Center Of The Universe

Melihat Rembulan yang berada tepat di atas kepala dengan Sinarnya yang merata menerangi Bumi pada malam ini di Takari membawa hawa seakan-akan tampat saya berpijak adalah Center Of The Universe. Love This Moment

Sunday, April 12, 2015

12 April 2015: Fast and Furious 7

Setelah siang tadi sibuk "berjuang" untuk mendapatkan gelar "Tunangan", malamnya saya menunaikan agenda no 2  dari tujuan saya ke Tangerang yaitu nonton Fast Furious 7 bareng Tunangan saya. Ini kesempatan bagus karena di Kupang kami tidak memiliki jaringan bioskop dan berhubung ini adalah film action maka sudah patut kiranya eksekusi nontonnya di Bioskop.Hmmm asyeeek... 
Kami pun segera meluncur ke Summarecon Mall Serpong untuk melihat Dominic Toretto dan kawan-kawan beraksi. Setibanya di bioskop, saya agak terkagum dengan larisnya film ini. sudah seminggu berlalu sejak pertama kali film ini diluncurkan di Indonesia namun animo penonton masih tinggi untuk menyaksikan film ini. Dari 5 studio yang ada, 3 studio diantaranya menayangkan Fast Furious 7 (FF7) dan lagi di semua jadwal tayang, semua kursi hampir terisi penuh. Bayangkan! 
Apa yang sebenarnya semua penonton ini ingin saksikan?
Saya sendiri tidak tahu apa yang ingin orang lain saksikan, tapi untuk saya pribadi ada beberapa hal yang ingin saya lihat di film yang memecahkan rekor baru dengan penghasilan USD 1 miliar (Rp. 12,83 Triliun) hanya dalam waktu 17 hari. For Your information, rekor ini mengalahkan 3 film lain yakni The Avengers, Avatar, serta Harry Potter And The Deadly Hollows: Part 2 yang mencapai angka penjualan di atas dalam tempo 19 hari (*Jawa Pos 20/4/2015). 
Yang paling pertama yang ingin saya saksikan adalah 3 peran Antagonistnya, Deckard Shaw (Jason Statham), Jakande (Djimon Hounsou), dan Kiet (Tony Jaa). kali ini Brian O'conor and the gang benar-benar ketemu lawan yang setimpal. Atau dalam ungkapan bahasa Kupangnya "Nae katumu Batu". Dan Benar adanya, para jagoan Fast and Furious kali ini  di buat kocar-kacir oleh Deckard Shaw. Ini yang saya anggap seru, karena Jason Statham kalau mau dibilang memang dedengkotnya film-film yang bertemakan balapan dan kecepatan berkendara mobil. Death Race, Italian Job, The Expandable 1,2,3 Serta Transporter 1,2,3 adalah film yang ada Jason Statham nya dan dia yang jadi Tukang Sopirnya disitu. Gak heran kalo casting di FF7 ini saya bilang pas banget dan Seru abis tentunya. Saking serunya, di pertengahan film ini saya sempat bertanya, Jika memang nanti ada FF8, ada gak ya yang bisa menggantikan Jason Statham jadi peran antagonistnya? karena saya merasa Jason itu sudah Ultimate Bad Guy nya.  Selanjutnya, saya melihat Djimon Hounsou  lebih ke prestasinya di dunia akting. Ia merupakan nominator oscar di dua film in America (2002) dan Blood Diamond (2006). Di samping itu, raut wajahnya memang "penjahat" banget hehehe. Kemudian ada Tony Jaa yang merupakan salah satu bintang laga favorit saya karena gaya tarungnya yang khas dan original di Ong Bak 1,2, 3 dan The Protector 1,2 . Selain itu, saya suka tema-tema film yang dia perankan karena kebanyakan bersifat bela negara atau bela warisan budaya. Jadi seru ketika Paul Walker harus berhadapan dengan Tony Jaavyang berperan sebagai penjahat di film berbahasa Inggris pertamanya .
Yang kedua dari rasa penasaran saya adalah bagaimana teknik Computer Generated Imagery (CGI) mampu mengisi atau menggantikan peran yang di mainkan oleh mendiang Paul Walker? ternyata secanggih apapun tekniknya wajah Paul Walker belum dapat digantikan dengan baik. Adapan saya bertanya di bagian mana teknik ini dipakai untuk menggantikan peran Mendiang Paul Walker. Dan saya rasa mungkin ini pula penyebab banyak orang berbondong-bondong ke bioskop untuk melihat film terakhir yang Paul Walker perankan. Masuk akal juga, Jika pada penghujung film, di bagian Tribute to Paul, banyak penonton, terutama yang mengikuti kisah film ini dari seri-seri Franchise sebelumnya,jadi meneteskan air mata di penghujung FF7 ini. mereka kehilangan sosok Paul.
Berikutnya yang saya amati dari franchise film ini sehingga mampu bertahan hingga film yang ke 7 tanpa sepi penonton adalah  pesan nilai atau value tentang arti pentingnya keluarga. Serta hubungan kekeluargaan yang akrab. Dan hal ini bukan hanya terjadi di dalam cerita film ini saja tapi juga berlanjut hingga ke kehidupan nyata para pemeran Fast and Furious ini. Mereka sangat terpukul dan kehilangan Paul Walker hingga ke kehidupan nyata mereka. Hemat saya, Inilah yang membedakan Franchise Fast and Furious dari film-film action atau kebut-kebutan lainnya. Saya ingat sekali sepenggal dialog Dominic Toretto  yang berbunyi "I don't have Friends. I've got Family." dan ini diperkuat oleh lirik soundtrack yang dibawakan Wiz Khalifa Feat. Charlie Puth:
 
"First you both go out your way
And the vibe is feeling strong
And what's small turn to a friendship
A friendship turn to a bond
And that bond will never be broken
And the love will never get lost (and the love will never get lost)
And when brotherhood come first
Then the line will never be crossed
Established it on our own
When that line had to be drawn
And that line is what we reach
So remember me when I'm gone (remember me when I'm gone)

How could we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gon' be with me for the last ride" .

Btw, Talking about the Soundtracks, semua soundtracknya Kena banget sama jalan cerita, lokasi and set nya. So, two Thumbs up buat lagu-lagunya.

Di Penghujung dari ulasan saya mengenai film berdurasi terpanjang dari franchise Fast and Furious ini (2 jam 17 Menit) adalah mobil-mobilnya. Sebagai seorang pria, ada perasaan tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika menyaksikan mobil Lykan HyperSport sang pangeran, atau kemunculan kembalinya 1970 Dodge Charger R/T nya Dominic Toreto Serta 1989-94 Nissan Skyline GT-R R34 Bryan O'conor, atau 2014 Maserati Ghibli nya Deckard Shaw, dan lain-lain seperti 2011 Bugatti Veyron,Ferarri 458 Italia, 2011+ Subaru Impreza WRX STi not to mention Drone militernya...Coooll....       

Dan yang paling terakhir adalah pertarungan duelnya antara Jason Statham- the Rock, Jason-Vin, Tony Jaa-Paul, Ronda Rousey-Michelle Rodriguez. Satu kata buat pertarungan duel mereka: Berkelas!

Demikian sedikit review dari saya sambil menunggu FF8 dan ulasan saya berikutnya. Daaaaggghhh


 

12 April 2015 : The Engagement Day


Tangerang, Tak seperti biasanya, pagi ini saya terjaga dengan sejuta rasa, Seolah sang pagi dengan didukung seisi ruangan hotel ini baru saja menghantar ku ke suatu ujung jalan dan berseru: "This is it. you are about to put your steps to a whole  new different level of life, have a responsible fun." SAYA AKAN BERTUNANGAN HARI INI!!.
Bergegas saya melompat dari tempat tidur, memutar keran air panas di kamar mandi, menikmati setiap tetes air yang menerpa kulit Saya, sambil terus diserempet pikiran bahagia, kuatir, awas, cemas, optimis, terharu dan seterus dan seterusnya.
Saya bersyukur dan beruntung banget punya orang tua, terutama mama yang senantiasa ada di setiap ups and down hidup saya. Termasuk di pagi ini ketika selesai mandi mama sudah menyiapkan segala tatanan Seserahan/hantaran yang di butuhkan. Hal ini begitu berasa "dalam" sekali ketika kamu akan mengadakan suatu acara besar dalam hidup kamu, jauh dari saudara-saudaara yang lain dan yang ada hanya kamu dan kedua orang tua mu menghadapi semua ini. Bangga banget punya Orang tua kayak mereka.
Rasa "dalam" itu belum berakhir, di Tangerang sini juga baru saya betul-betul mengalami apa itu buah dari pertemanan yang baik, Keramahtamahan, silaturahmi yang selama ini kita pupuk di Kupang. Rekan kerja papa yang kebetulan berdomisili di Tangerang dan Besan  dari Adik mama turut hadir mendampingi "pasukan" kecil ini. Ini yang membuat saya gemetar. Gemetar karena gugup menghadapi prosesinya nanti sekaligus gemetar karena terharu orang-orang seperti mereka mau meluangkan waktunya untuk menjadi keluarga kami di pagi ini. Saya tidak tahu kalau saya orang yang baik tapi hari ini saya jadi mengerti kalau kita baik, kita ramah, kita tenggang rasa suatu hari kelak kita akan menikmati buah manisnya.
Waktunya berangkat meminang belahan jiwa. Doa telah dipanjatkan,namun untuk mengangkat nampan-nampan berisi seserahan ini kami kekurangan orang. Apalagi ada nampan yang lumayan berat. Tak hilang akal, kami pun mangajak 2 orang petugas sekuriti hotel untuk membantu kami. Saya sempat barharap ini di Kupang dimana akan sangat mudah bagi kami untuk menemukan orang bersedia membantu kami. Akan tetapi ini Tangerang, dan disaat mendapat bantuan dari "keluarga baru" ini rasanya bisa bikin senyuman syukur enggan berlalu pergi dari kedua bibir saya.
Rasa syukur saya berlanjut manakala seluruh tatanan acara berlangsung dengan lancar. Apresiasi saya haturkan kepada keluarga dari pihak wanita yang sangat welcome sehingga acara ini terasa banget "homenya". Saya pun resmi bertunangan.
Lalu apa rasanya menyandang "titel" tunangan seseorang?  Jawabannya saya peroleh ketika acara ini selesai, Dia merangkulkan kedua tangannya di kedua pundak saya. Dengan mata berbinar dan senyum merekah dia berucap "Makasih ya untuk semua-semuanya, Ika senang banget hari ini." Melihat binar sinaran dalam kedua bola matanya, Saya tersadar bahwa makhluk cantik di hadapan saya ini begitu tulus mencintai saya. Saya kehabisan kata-kata namun moment itu seakan menyadarkan saya bahwa saya menjadi pria sempurna karena dia ada mendampingi saya. Ya saya merasa begitu Sempurna. Saya mencoba menerjemahkan bahasa expresi wajah kita berdua yang berkata "Yes I want to Stay inside your heart, fall in love again and again and grow up in love  with you until the time is through".

Saturday, January 3, 2015

Be A Doer

2015, Jalan panjang yang pastinya seru2 sudah menanti. Gemeratak jemari kaki seolah pertanda ketidak sabaran untuk berjalan, berlari, merayap, berseluncur diatasnya. Seperti status Mark Wahlberg bilang : "Be A Doer". Jadilah pelaku atas semua yang sudah kamu rencanakan, kamu doakan, kamu harapkan, kamu Niatkan. Kadang keputusan yang kamu akan ambil membutuhkan sedikit kenekadan tapi untuk sebuah perubahan, keputusan harus dibuat,pilihan harus diambil. Jadilah lebih baik. Be a Doer.

Wednesday, April 16, 2014

Cinta Itu Bukan Pakaian Yang Bisa Digantung-Gantung


Tuesday, January 14, 2014

Ups! Dia Bukan Untuk Batong

Uups! Ini dia, wanita yang pernah mencuri hatiku
Uups! Ini Aku, korban yang pernah mau dicuri hatinya dengan kerelaan penuh
Pada satu titik waktu bertemu pandang
Bertatapan seakan enggan mengalihkan pandangan
Saling melemparkan senyum tanpa satu katapun terucapkan
Yang tanpa disadari, hatiku, hatinya telah berlari meninggalkan raga kami
Bertemu, berangkulan, bercumbu dan berciuman
Seakan ingin menunjukan betapa menderitanya mereka melalui hari-hari sendiri
Sementara tubuh kami kaku berdiri
Tak tergoyahkan terpasung ego di tempat masing-masing
"Hai, apa kabar?" kau coba mendobrak kekakuan
Dengan berdegup kencang Ku balas "I'm OK. Thanks."
Dan tiga kata kebohongan yang paling sering diucapkan di dunia inipun akhirnya keluar dari mulutku.
Dan dibalik obrolan kecil ini, mengehempaskan kenangan
yang semuanya seharum kembang kenanga
namun berasa rujak dilidah
Ku coba membendungnya
dengan mengingat kembali pusara cinta
yang tanahnya masih lembab diguyur hujan kemarin
 Aku mulai terbawa rasa nyaman,
Namun dibalik itu, tak Ku tahu ini tetesan ke berapa dari air mataku 
yang harus Ku telan dalam-dalam
Bergegas, dengan sedikit memaksa,
kutarik lengan hati ku yang masih sibuk bercumbu
sambil berkata "Bro, jalan pulang Takari su!, Dia bukan untuk batong, Dia bukan untuk batong."

By IRL, 
12.51

Sunday, December 22, 2013

Perempuan-Perempuan Dalam Do'a Ku

Ada yang membawa Ku ke dunia
Ialah yang Ku anggap karunia
Ada yang tumbuh bersama Ku
Bagian dari sumber kenanganKu
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Tumpuan-tumpuan kuatKu

Ada yang pernah membuatku patah hati
Dalam mereka Ku temukan arti sakit
Ada yang membawa getaran-getaran indah
Itu sangat-sangat membuat Ku hangat dalam cinta
Aku pun termotivasi
Mereka selalu menjadi Inspirasi
Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dari mereka Ku mengerti kasih
Kepada mereka Ku berterima kasih
Dari mereka Ku temukan haru
yang selalu membuat Ku menjadi baru
Dari mereka Ku bedakan baik dari buruk
 Itu cukup untuk menjenuhkanKu dari terpuruk

Merekalah perempuan-perempuan dalam do'a Ku
Dalam mereka Ku melihat apa adanya Aku
Dari mereka Ku temukan sabar
Yang membuat Ku sadar dan tegar

Ya...dalam do'a Ku, Ku bawa mereka
Agar mereka semua
Diberkati Yang kuasa
SenyumKu :) untuk semua
Perempuan-perempaun yang ada dalam do'a Ku

 By: IRL
Jogjakarta, Monday, April 28, 2003
02:05 am

Sunday, December 1, 2013

Berselimutkan Kerinduan

Nyanyian bisu hati seorang lelaki
Yang suara hatinya dibawa kekasih
Lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Membisikan hanya satu nama dalam setiap lamunan
Nama yang terus meyakinkan sang lelaki
'Tuk jalani hari-harinya tanpa keraguan

Datanglah pada Ku
Menarilah bersama Ku
Supaya hatiku dapat kembali bernyanyi
Bukan dengan suara sunyi
Namun dengan suara sempurnanya kebahagiaanku

Dia jadikan malam-malamku wahana penyiksaku
yang memaksaku menyusuri detak detik-detik kesunyian
Dia jadikan Aku lelaki yang selalu tidur berselimutkan kerinduan
Meski hati mencoba berbisik ke lain labuhan
Namun yang Ku temui hanyalah hamparan kebisuan
Karena suara hatiKu senantiasa bersamanya
Kemanapun pergi Ku

Tuhan biarkan dia tahu
Ada lubuk yang selalu terbuka
Untuk disinggahi, dihiasi dan dicintai
Ada jantung hati yang terus berdegub
Agar nadi terus berdenyut 
Menjaga cinta terus menderu

Thursday, September 19, 2013

Nasi Pecel Di Kupang (Aslinya Jawa Timur, Suasananya Jogjakarta, Sentuhannya Kupang)

Malam ini, setelah seharian menjalani full activities, muncul keinginan Saya untuk mencoba sesuatu yang baru. Setelah sejenak berpikir, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Nasi Pecel                   (Pecel merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia, khususnya seni kuliner Jawa yang berbahan dasar sayur-sayuran rebus yang dihidangkan dengan bumbu kacang. Wikipedia)
yang katanya temen2 lumayan menggoyang lidah. Tentunya hal ini selain akan mengeliminasi rasa lapar saya, akan mengeliminasi pula rasa penasaran saya. Kayak apa sih makan makanan yang khas Jawa Timur di Kupang-NTT? yuuukk....
Kali ini, pilihan nasi pecel berlokasi di Kuanino tepatnya berada di depan Hotel Flobamor. Saya langsung berkendara dengan sepeda motor hitung-hitung sekalian mencari udara segar...
Setibanya di sana, saya langsung memesan satu porsi dengan menu telur dadar dan empal tak lupa Teh hangatnya. Pada suapan pertama...rasa bumbu kacangnya serta sayuranya langsung mengingatkan saya pada Pecel/Rawon langganan Saya di Pasar Pucang Surabaya. Sembari mengunyah, saya mulai tersenyum sendiri karena membayangkan kalau ini merupakan suatu moment special yang langka. Saya bilang spesial karena saya memakan makanan khas Jawa Timur/ Surabaya. Dengan suasa Jogjakarta karena makanya Lesehan di emperan Toko mirip ketika menikmati Gudeg khas Jogja di Jalan Solo. Dan yang paling Special adalah pecelnya pedes hhmmm kalo yang ini saya bilang "sentuhan" Kupang banget. Karena rasa pedes itu merupakan saudara kembarnya orang Kupang (kapan2 kita bahas tentang pedesnya orang Kupang). Selain itu, Sentuhan khas Kupang yang lainnya yang tidak ditemukan di Jogja maupun Surabaya adalah kita bisa menikmati makanan kita tanpa harus "keganggu" para pengamen. Kalau mau dibilang, gak sia-sia juga orang Kupang itu bergengsi tinggi. Kita yang penikmat makanan pinggir jalan jadi tentram. O iya buat anda yang mementingkan kebersihannya, disaat menikmati Pecel pesanan saya, saya juga sempat memperhatikan ternyata piring dan sendoknya dicuci dengan bersih menggunakan sabun dan airnya diganti.So, ini salah satu malam spesial saya. Menikmati Pecel Jawa Timur dengan Suasana Jogja tapi makannya di Kupang dan dengan Sentuhan Kupang. I love this life. You? 

Wednesday, September 14, 2011

Arsitek Kehidupan


Petuah: "Wan, Dalam hidup ini selalu ada orang yg melempar kerikil di perjalananmu. Tapi, kamu bisa memilih apakah akan memakainya untuk membangun tembok atau jembatan. Ingat Kamu adalah arsitek Hidup kamu."

IRL: "Maksudnya?"

Petuah: "Meminta maaf, Mengasihi, Silaturahmi atau hal kecil seperti menjawab telpon dari nomor asing dan membiarkan kesempatan (Jodoh, Cash) menghampiri mu. Itulah jembatan yang kau bangun. Dan, Horison kehidupamu yg Indah akan selalu baru dan berwarna setiap hari. Sementara itu Tembok adalah ketika Iri hati, rendah diri, dengki serta kemunafikan menghempaskan mu dalam keterbatasan. Langkah serta pandanganmu menjadi terbatas. So, you are the architect. The choice is all up to you. "

IRL: ( Mencoba mengunyah satu persatu makna dari si Petuah dan membiarkan rasa itu menjadi bagian dari dirinya . Sembari bergumam....) Enak ..enak enaaak!!

Have A nice rest of the day everyone :)

Friday, December 31, 2010

IRL: Happy New Year



Tuhan menuntun ku membuat lompatan luar biasa di 2010. Penuh dengan kejutan-kejutan yang membuat ku percaya bahwa law of attraction berfungsi. Persaingan, hambatan dan tantangan hidup adalah pil vitamin pembelajaran yang terus menyuburkanku. Tikungan-tikungan hidup yang tajam dan terjal kuanggap kesempatan untuk mengisi KERS (Kinetic Energy Recovery Systems) ku agar aku kembali dapat meluncur dengan super cepat laksana "silver arrows" ketika tempat lurus ku jejakkan. Penyakit yang mencoba mnggerogoti ku? ku injak batang lehernya, dengan senyuman kecut tersungging, ku katakan "Is that all you got?". 2011, Tuhan memenuhi isi dompetku dengan segudang kebijakan, kebajikan, kebugaran dan kreativitas untuk ku belanjakan. Hmmm can't wait for it. It's gonna be fun :). Skarang? saatnya kukenakan kolor merah, tameng S di dada serta layar merah di punggung... tiduran santai diatas angkasa, memandang dunia sambil berucap "oohh malangnya kryptonite-kryptoite kecil itu, mereka tak akan ampuh di jiwa dan ragaku lagi." :) Happy New Year all

Saturday, March 27, 2010

Oetune 27122009. Is This Paradise For Real?



Dulu, jauh-jauh saya pergi ke Bali karena orang bilang disana pantainya merupakan salah satu yang paling indah di dunia. Setelah tiba di sana saya setuju. Bagus sih. Tapi, seperti gula yang manis, selalu dikerubuti semut, begitu juga pantai-pantai yang ada di bali. Punuh dengan kerumunan orang. Akhirya bukan hamparan pasir putih yang kita nikmati tapi hamparan manusia. Asyik memang, buat orang yang ingin cuci mata dan mencari kenalan baru. Lalu bagai mana dengan kita-kita yang ingin benar benar menikmati pemandangan pantai? hmmm jangan kuatir dunia masih terlalu besar untuk kita nikmati.

Pagi itu 27/12/09, bertepatan dengan my brother's birthday, kami sekeluarga berserta beberapa orang teman bertolak ke pantai yang berjarak sekitar 3 jam berkendara dari Ibu kota NTT, Kupang. Kalau dari Takari sih cuman 1,2 jam. Seluruh kebutuhan standard berpiknik dipantai seperti makanan enak, kudapan pengganjal praktis, minuman seger hingga yang sedikit beralkohol sudah bercokol di bagasi mobil. dengan beriringan 3 mobil kami berangkat. "Pak sopir..jangan lupa setelah jembatan Noelmina, pertigaan, belok kanan". Yuuuk.....:)

Olala, sebelum tiba di pantai Oetune ini saya sudah dihiburi dengan hamparan lapangan hijau luas yang suejuk di mato. Itu belum seberapa, ternyata pantainya lebih "sadis" lagi. Bathin saya sempat diserempet pertanyaan "Is This Paradise For Real?". Pantai selatan Indonesia dengan hamparan pasir putih yang seolah tak berujung meladeni pandangan mata saya dengan cantiknya. Tidak hanya sampai di situ, jejeran Lopo (bangunan bunder beratap jerami) siap sedia menaungi dari terik dan hujan. Mau menyantap makanan yang di bakar? jangan kuatir tempat untuk bebakaran sudah parkir menunggu anda. Lalu apa yang kurang? karena masuknya masih gratis maka tidak ada penjaganya. Sehingga Fasilitas Sumur pompa manual yang tersedia untuk berbilas setelah berbasah-basahan air laut, kini tidak dapat berfungsi dengan baik karena gagang pemompanya telah hilang digondol maling. Kebelet ingin buang hajat? wah ini bakalan menjadi persoalan pelik bagi anda karena WC umum yang disediakan telah lama tak terurus. Solusinya? jika anda cukup berani, laut yang luas bisa menjadi solusi hahaha asal tidak dipatuk ikan nakal saja. Kurang berani atau takut dipatuk ikan nakal? maka rumah warga sekitar yang berjarak sekitar 500m yang dapat menolong rasa emergensi anda hehehe. Oya satu lagi, dengan tidak tersediannya tempat sampah maka sisa-sisa kemasan minuman serta plastik semakin menumpuk karena keserampangan para pengunjung.
Apa mau dikata, Cuaca sempurna siang itu mengundang saya untuk cepat-cepat mengabadikannya ke dalam kamera saya. Tanpa mempedulikan panasnya pasir yang ada di kaki saya. Kamera handphone saya tak henti-hentinya saya bidik. Semua angle terasa tak bercacat. Mamang pantai yang tidak secrowded pantai-pantai di Bali ini sedikit keruh siang itu. Karena hujan baru saja mengguyuri daerah yang berdekatan dengan beberapa muara itu sehari sebelumnya.
Alamak, kesempurnaan piknik ini akan lebih berasa dikala hidangan dinikmati beramai ramai. Tuntunya setelah diiringi do'a penuh ucapan syukur.
Matahari mulai condong ke barat. Laut berangsur surut. Namun tidak semangat saya untuk melakukan ritual saya. Nyemplung ke laut. I don't care about the sun burnt. Just get into the water and go wild :). Splash byurrrr....saya sudah berlari menjemput ombak layaknya dua kekasih bertemu di airport setelah lama berpisah. Lupakan tentang asinnya air laut. Yang ada hanya asyiknya berendam. O o memori di otak saya beru saja mengkonfirmasi bahwa saya ternyata lupa membawa pakain ganti. Beew who cares. Skali nyemplung, basah serta kepuasan sudah jadi harga mati. Terus berguling di hamparan pasirnya sampai sore menjelang serta jemari tangan berkeriput, Saya akhirnya beranjak dari air dengan mendapati keempat kantong celana saya penuh dengan pasir. hehehe kalo dipikir-pikir, kalau sering mendapati kantong yang penuh pasir karena sering berendam di pantai , lama-kelamaan bisa bangun satu bangunan dengan Pasir di kantong-kantong saya hehehe.
That's it? fun-nya berakhir? ho ho nanti dulu. Dengan surutnya pantai ini maka semakin luaslah hamparan pasirnya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa remaja lokal untuk unjuk kebolehan balapnya. brum brum, dengan hanya berbekal motor ojek standard, mereka saling berpacu dengan kecepatan diatas penuh. Ini tindakan dare devil karena kata seorang penduduk disekitar lokasi wisata itu, trek-trekan liar di pasir ini bukan hanya merusak sepeda motor tapi kerap memakan korban jiwa. Tak jarang mereka melintas diatas pasir yang tidak padat, terjatuh, dan patah tulang leher. Namun, itu bukan ancaman, riuh sorak para penonton tetap memberikan semangat buat mereka. Tanpa peduli berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan besoknya untuk biaya servis motor mereka.
Hari sudah beranjak gelap. gerimis mulai mengundang. Saatnya pulang. Dengan menumpang mobil pick up karena keadaan pakaian basah yang tak kunjung kering. Goodbye Oetune my paradise. I'll see you soon.


SSStttt... tanggal 5 Maret 2010 barusan saya kembali mengunjungi Oetune lagi...pengen tau seperti apa ceritanya? nantikan saja ceritanya di Blog s9on.blogspot.com atau di www.facebook/irwan.r.louis

Teruslah lestarikan diri dan lingkungan anda !

Ciao

Heal the world :)
IRL





Sunday, February 21, 2010

Oehala On A Bright Sunday Mornin'



ooooaaaahhhhmmmmm... Terjaga di pagi hari karena mendengar percakapan kedua orang tua....mencoba untuk strecthing sambil berpikir....oalah ternyata ini hari Minggu. Wait,wait..kayaknya Aku ada janjian nih.

ssiiiuuuuttt...langsung melompat dari atas ranjang menuju kamar mandi sambil menabrak pintu kamar mandi dan cetet pintu ku kunci. byur byur Jurus kun-tao dalam membersihkan diri ku keluarkan. Dan selesai sudah mandi pagi itu...hehe ternyata saya sudah janji untuk ikut bertamasya bersama keluarga salah seorang tetangga sekaligus teman baik saya. Hari ini kami akan pergi ke Oehala.

Merasa bersalah karena menjadi orang yang paling terakhir naik ke atas bis...saya lasung duduk disembarang tempat. viuhh untung masih ada tempat kosong.

Bis pun langsung tancap gas. Kebetulan sekali ini adalah bis keluarga dan yang menyetir bis ini adalah orang yang berulang tahun hehehe.

Degan dentuman musik indonesia, hip-hop barat, Country, hingga India perjalanan terasa sangat nikmat hari itu. apalagi jika di tambah senda gurau. Seisi bis ini terasa lebih mengglegar.

Sekitar 30 menitan. kami telah tiba di kota So'e. Kota yang terkenal dingin di bulan Juni-Agustus. Berbelok kearah menuju kota Kapan, 20 menit kamudian kami tiba di Obyek Wisata Oehala,Sebuah desa kecil di kabupaten Timur Tengah Selatan. Nampak pepohonan rindang tumbuh rimbun dengan lengkap dengan rasa teduhnya. Hmmmm I wonder what it looks like. Dengan membayar 3000 perak/ orang dewasa atau Rp.1000/anak, Bis pun kami parkir. Jangan kuatir parkir disini masih gratis. Disekitar tempat parkir nampak banyak orang menjajakan berbagai jenis buah-buahan. Dari kacang, Srikaya, Pepaya, Jambu biji hingga Rebung ada disitu. Nampak pula barisan sepeda motor memenuhi parkirannya.

Sesaat kemudian mata saya langsung tertuju pada jalan kecil menuju lembah. Aahhh batin ku berkata "pasti jalan ini sama seperti yang ada di Kali Kuning-Jogja atau di Gunung Baung-Purwodadi. Dan ternyata, prakiraanku benar adanya. Menuruninya bukanlah masalah, tapi menaikinya ketika pulang adalah masalah serius bagi orang yang tidak pernah olah tubuh. Untungya ini tidak securam di kedua tempat yang saya sebutkan tadi. Sayup-sayup suara suara air yang pasrah terhadap gravitasi bumi terdengar.

Wow! ternyata air terjunnya unik. Memang bukan air terjun yang tinggi-tinggi tapi air terjun ini bertingkat-tingkat. Seperti biasa, tradisi membasuh wajah saya di tempat yang baru saya kunjungilangsung saya tunaikan.

Clik clik....kamera handphone saya mulai saya paksa untuk bekerja. Hati kecil saya berbisik "bagus juga tampatnya. pantesan ramai sekali tempat ini di kunjungi para muda mudi. Ada juga rombongan keluarga yang datang menghabiskan hari terik mereka di tempat yang teduh seperti Oehala ini.





Ingin rasanya saya langsung Nyemplung ke dalam airnya yang dingin tapi sadar bahwa saya tidak membawa pakiain ganti, saya pun mengurungkan niat.

Tidak cukup disitu, Jiwa Dora the Explorer saya mulai bekerja. saya langsung turun ke dasar lembahnya. Di situ saya menemukan sebuah bangunan yang di depannya terdapat Papan bertuliskan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro). Hmmm mungkin ada diantara pembaca yang bertanya, pembangkit apalagi tuh? yang jelas bukan pembangkit orang mati hehehehe...PLTH adalah pembangkit listrik skala kecil yang mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis, memutar turbin dan generator untuk menghasilkan daya listrik skala kecil, yaitu sekitar 0-100 kW. hmmm sayang nya fasilitas ini tidak dikelola secara serius sehingga nampak terbengkalai. Padahal kan lumayan bisa menopang listrik berapa rumah warga tuh.


Nampak anak-anak kegirangan bermain air. Para Remaja Kenarzisan berfoto ria. Dengan memanfaatkan moment, para sejoli pun sibuk memadu kasih. Tempat yang benar benar tepat untuk relaksasi.

Sesi pemotretan selesai. Kini saatnya mengisi perut. Setelah selasai menikmati makan siang. Sore itu, Saya jadi tersadar. o o ternyata tempat ini butuh tempat sampah dengan segera. saya menyaksikan berbagai kemasan minuman pastik dan kaleng berserakan karena di buang begitu saja sangat mengganggu mata dan lingkungan. Saya juga melihat beberapa orang pemuda nongkrong sambil menuangkan minuman keras. Masukan saya, Sudah sepatutnya tempat wisata ini menyediakan petugas keamanan agar pengunjung yang lain merasa terjamin keamanan dan kenyamannanya menikmati panorama Oehala.

Akhrinya, saatnya Pulang. Agak kecewa karena tidak bisa ikut nyemplung kedalam airnya. Tapi senang karena bisa melihat tempat yang masih lestari. Dan ssst, ini kabar gembiranya: saya akan kembali kesana. Karena menurut informasi, ternyata kakak saya sudah menemukan chanel untuk melihat air terjun yang lebih tinggi lengkap dengan fasilitas Villa Serta kolam Pemancingannya. uhh..! can't wait for that day to come.
Pesan terkhir saya mungkin kedengarannya sepele karena lebih sering di berikan kepada anak-anak usia sekolah dasar. Tapi saya merasa perlu mengumumkan lagi. CINTAI, JAGA, LESTARIKAN LINGKUNGAN ANDA agar kisah yang saya tulis ini, tidak hanya dinikmati generasi kita saja, tetapi masih bisa pula dinikmati anak-cucu kita semua.

Ciao....

Heal The World :-)

Tuesday, February 2, 2010

KUSAMBI - Si Buah Yang Bikin Ngiler


Bagi anda yang berasal dari kota Kupang dan sekitarnya, apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata "Kusambi"?. Mmmm jawabannya mungkin bisa berbeda. Ada yang bilang "itu adalah kayu bakar yang bagus", bagi sebagian orang mungkin akan berkata "bijinya merupakan alternatif biofuel yang menjanjikan". Namun satu yang pasti, sebagian besar akan mengangguk setuju jika buah tanaman yang beralias Schleichera Oleosa ini adalah manisan yang yang akan membuat air luar keliur eh maksudnya air liur keluar aka. NGILER. Psssssst, apa lagi jika di pancing dengaan gambar seronok manisannya seperti yang ada di atas ;).

Di awal bulan romantis yang seharusnya penuh dengan manisnya cinta ini, saya malah memenuhi perut saya dengan buah kecut ini. Rasanya yang asam sedikit manis serta dagingnya yang kenyal seperti buah lengkeng memang paling asyik dibuat manisan. Tinggal dikeluarkan dari kulitnya, ditambahi gula, garam, ulekan cabe secukupnya lalu didiamkan sebentar, maka rasa yang diberikannya akan sanggup merenggut atensi kita.

Mungkin ada benarnya juga ketika saya mendengar slogan yang berbunyi "karena rasa nggak pernah bohong". Begitu daging lembutya yang segar meyentuh permukaan lidah saya, sontak naluri saya berkata hhhmmm ini seperti reuni dua orang sobat lama. Tanpa tedeng aling-aling buah-buah kecil dari tanaman yang hanya berbuah setahun sekali ini sudah saya "sikat" hampir semangkuk. Sakit perut mengancam, luka di langit-langit karena gesekan biji dari buah ini ketika disedot lidah mendera. Namun semua terbayar lunas dengan reuni asyik saya dengaan buah kusambi.

Temuan:
- Kalau kota Wonosobo terkenal dengan buah karika-nya, Malang dengan Apel-nya, Jogja degan salak-pondohnya, maka sudah sepatutnya Kupang juga harus punya buah khas. pilih mana? Kusambi, Lemun Cina, Atau Kom ;-) ?

- Ternyata pohon kusambi banyak tumbuh subur di daerah kawasan hijau sekitar pelabuhan tenau kupang. Apakah buah ini juga merupakan menu kesukaan para monyet di lokasi wisata monyet Tenau?

-Tanaman ini juga banyak ditemui di hutan-hutan seluruh daratan Timor.

- Ternyata selain babi, Pohon kusambi juga merupakan musuh bebuyutan pengusaha daging babi asap (Se'i babi) asal Baun-Kupang, Om Ba'i. Karena konon, Kayu kusambi serta daunnya sangat klop dalam proses pengasapan Se'i.

- Sewaktu masih kecil, saya pernah dijewer ayah saya karena ikut-ikutan memanjat pohon kusambi di belakang rumah bersama kakak-kakak saya :).





Ciao,

Heal The World

Wednesday, December 16, 2009

Bidadari Rakus

Terpukau pada ekpresimu o ku terpana
Kau buat ku terjatuh pada impresi pertama
Aku ingin kepakan sayapku
Terbang mencari jawaban di pijaran matamu
Yang berbinar indah dibalut senyum

Tetapi aku tak sanggup
Hati ini berteriak ragu
Jagankan terbang tinggi menyapa langitmu
Berdiri tegak dengan dua kaki saja aku rapuh

Dasar kamu bidadari rakus
Kau renggut semua waktuku
Tak peduli seberapa keras ku mencoba
Kau selalu mengisiku dengan harapan-harapan semu
Sudah usir saja aku dari negeri mimpi mu

Biarkan aku mengerem keras diatas sepeda motorku
Biarkan ku kenakan lagi kerah kotorku
Kau berikan cita dan cinta
Yang kau disusupi dengan lintah
Bertambah panjanglah derita

Sunday, December 6, 2009

Puding Crispy



Bingung untuk memilih suguhan yang tepat manakala harus menyugughi tamu di hari raya yang akan datang? atau bosan dengan kudapan yang selalu sama?

Well,jika beberapa minggu lalu saya menyarankan Pie Puding maka kali ini belum berlalu jauh dari puding-pudingan. Puding Crispy, ya itulah nama yang saya berikan kepada kue ini, karena saya juga belum tau namanya yang sebenarnya:). Puding ini mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi anda.

Saya pribadi-yang di kamus makanan saya cuma ada kata enak dan enak sekali-, langsung jatuh cinta dengan panganan ini ketika pandangan saya menyerempetnya. Apalagi ketika lidah saya men-test drivenya, wew...sentuhan coklat dan keju yang dibalut dengan dingin empuknya langsung memaksa syarif eh syaraf yang ada di otak untuk bilang...INI ENAK BANGET. Biskuit Crispy yang menjadi sumber rasa kejunya maklumnya adalah biskuit yang sudah cukup akrab di ranah visual, taste dan rungu kita. Apalagi jika dipadu padankan dengan agar-agar coklat. Saya tidak bisa membantah pernyattan saya yang diatas tadi dech.

Emang bahannya apa sih? kok saya bisa angkat jempol untuknya? Menurut yang menyerahterimakan kue ini ke saya, materialnya adalah Coklat bubuk, Susu coklat, Santan kelapa, biskuit Crispy serta agar-agar. Simple dan mudah benget untuk dipeeroleh kan? Nah, Untuk anda yang tertarik untuk membuatnya, silahkan mengira-ngira takarannya sendiri. Itu adalah PR untuk anda hehehe. Silahkan bermain-main dengan sumber daya kreativitas anda. Setidaknya idenya dan bahan-bahannya sudah saya gelontorkan. Sekarang tinggal tindak lanjutnya dari anda untuk merealisasikannya ke meja hidangan. supaya apa? Supaya hati anda tenang hati tamu anda senang.

udah ah...mo bobok siang dulu..siapa tau saya bisa memimpikan ide-ide yang lainnya untuk anda.

C U

Heal the World

Friday, November 20, 2009

Benu Pool At My Birthday


Hari selasa yang lalu (17/11) yang kebetulan bertepatan dengan hari Ulang Tahun saya menjadi terasa jauh lebih special karena bisa melewatinya bersama keluarga tercinta. Hari ini menjadi jauh lebih special karena kami menghabiskan sisanya berendam di kolam Benu.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan, beristirahat sejenak, dan menyiapkan bekal, kami pun bergegas pergi.Dengan harapan hari yang panas ini bisa di akhiri dengan ngadem ria di dalam kolam. Konvoi yang hanya dua kendaraan ini berjalan beriringan seolah menantang sang mentari di ufuk barat sana. sungguh menyilaukan memang. Namun, cahaya silau itu bukan halangan buat hari relax gue-batinku menyergah.

Jalan aspal yang berlubang telah kami lalui. Setelah sekitar 30 menit perjalanan, kami pun tiba di tempat yang mengaliri air yang ada di kran-kran rumah-rumah penduduk Takari. lokasi ini memang kontras dengan daerah sekitarnya yang tandus. Kolam ini juga hanaya di manfaatan warga seperlunya saja, seperti mencuci dan air minum. Setibanya di sana, kami terhalang oleh sebatang pohon tumbang. Untungnya pohon tumbang tersebut tidak menghalangi seluruh badan jalan, seingga kami masih memiliki celah untuk melaluinya.Hmmm setelah sekian lama tahun ternyata kolam ini belum jauh berbeda. Kecuali pagar kawar berdurinya yang sudah mulai ambruk, tembok kolamnya yang mengkin di bangun sejak tahun 1960an masih kokoh menampung air.

Semua barang bawaan di gelar, makanan, segelintir cucian, serta peralatan mandi diletakan di pinggir kolam. Seperti biasa, hal yang sering kami lakukan dari semasa kecil kami. Ketika tiba di kolam adalah melepas baju dan langsung melompat kedalam kolam tanpa tedeng aling-aling. Byuurrr...badan gendut kedua saudara saya seakan meluapkan seluruh isi kolam keluar melewati tembok pembatasnya. Mereka seakan berkata " kamilah batas kesenangan kami".

Saya sendiri sedang asyik mencicipi sate yang masih berada di mobil dan sebotol teh dingin. Oh no, keasyikan masih terus berlanjut. Setelah sekian lama tahun tidak menampakan diri, sore itu para monyet kembali bergelantungan di dahan pepohonan yang rimbn disekitar kolam. he he lucu juga melihat tingkah mereka. Saya berupaya untuk "menangkap" gambar mereka namun, sepertinya kamera pocket saya bukanlah saingan mereka walaupun saya sudah berupaya mendekat. Ada yang mencuri pisang dari kebun warga. Ada yang menggendong bayinya. adapula yang denagn lincahnya menari-nari dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya. Mereka seakan melupakan sejenak masalah hidup mereka. Dimana hutan tempat tinggal mereka habis dibabat buat memenuhi syahwat manusia. Ah sudahlah, melihat mereka masih ada di sekitar kolam saja sudah merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya. Semoga mereka tidak diburu lagi sehingga daya tarik yang mestinya mahal dan dapat di manfaatkan berulang-ulang ini musnah oleh ketamakan manusia.

Sudah saatnya saya kembali ke tujuan awal. Sandal dilepas, kaos yang dari tadi setia melekat di badan saya cantelkan saja di pagar berduri kolam ini dan....byuuur saya pun bergabung dengan my bros. Sentuhan air jernih yang dingin di kulit sekan mengajak saya untuk jangan pernah baerhenti bergerak. Semua gaya renang saya keluarkan di kolam yang hanya sedalam pinggang orang dewasa ini. Tidak lupa juga lomba guyur-guyuran air dengan menggunakan tangan...wah ternyata ibunda saya ini belum kehilangan "touchnya" di lomba yang satu ini. Maklum, Ibu saya grew up di daerah sungai (Noelmina) jadi,mengenai masalah yang satu ini mama memang jagonya dech...


Capek dengan gerakan? tenang. Layaknya balapan F1 yang bisa masuk pit untuk service, makanan (Nasi kuning, sate, Mi hun, ayam goreng dan sambal tomat) sudah menunggu di tepi.Just pick your spot and have fun with your plate. Perut diservice sambil menyaksikan ikan-ikan kecil menyantap makanan yang kami berikan. mmm yummy...eit ternayata keluarga ikan ini merasa kurang cukup sama makannanya sehingga ketika kami menjejalkan kaki kami kembali ke dalam kolam, kaki kami ikut di kerubuti...mmm ternyata ini rasanya terapi ikan yang sekarang lagi ngetren di kota-kota besar.

Wah, tak terasa waktu selalu berjalan begitu cepat ketika fun sedang dinikmati...sudah saatnya beres-beres dan bergegas pulang.hari mulai beranjak gelap. Wah thank God untuk moment asyik ini...ini moment yang jarang skali datang..karena itu, saya harus bersyukur karena bisa melewati hari ini dengan bahagia. Thank you Lord.



Heal The World :)

Wednesday, November 18, 2009

Cross Country On A Hectic Monday


Ditengah hectic day yang bersuhu tinggi hari Senin lalu (9/11), ditambah dengan padamnya listrik maka gak heran kalau kesumpekan merupakan sahabat terdekat saat itu. Dari pada bengong dan berujung kesambet, saya mulai mem-browsing otak saya mencari cara mengusir "sahabat" saya itu. Sebenarnya jalan- jalan cuci mata ke mall bisa merupakan pilihan yang bahenol, karena bisa ngademin tubuh sekaligus ngademin mata hehehe. Tapi sayang saya berada di tempat yang salah, gak ada mall disini huh :( lagian belanja konsumsi bukan gaya hidup saya.

Splash....!! Ide ini datang ketika saya sedang membasuh wajah di wastafel depan kamar mandi. Suatu aktivitas yang sehat tapi ngademin. aha ini dia..! Cross country ke air terjun. Enggak pake malas, saya langsung menyambar kaca mata renang, MP3 player, Topi beserta kunci mobil. Bruumm. saya melakju ke lokasi yang berjarak sekitar 10 Km dari rumah saya (Takari).

Sebenarnya beberapa bulan lalu tempat ini sudah pernah saya kunjungi. Namun, itu bersama keluarga saya. sendiran sambil cross country? ini baru seru.

+-10 menit kemudian saya sudah berada di tepi jalan menuju jalan masuk air terjuan. Mobil diparkir di bawah pohon Kusambi, pintu-pintu dikunci, kedua kuping disumbat dengan headset, saya mulai berlari menuruni lembah, melalui jalan setapak, melewati sungai kecil di mana seekor gagak bertengger diatas dahan pohon, mendaki satu tanjakan tinggi, hamparan pohon dan bambu, ngos-ngosan dan akhirnya berhenti berlari karena ternyata gunung ini terlalu tinggi untuk saya taklukan. Satu lagi turunan terjal maka tibalah saya di tempat favorit saya. Hmmmm seluruh dunia tiba-tiba serasa berubah menjadi taman Eden. Kelembapan udara tropis berubah menjadi sejuknya prairie di Scotland (sssttt ini salah satu negara tujuan impian saya lho...ada yang mau mensponsori? hehehe).

Jauh dari deru mobil dan asap knalpot, saya langsung melepas kaos serta merta mengenakan Kaca mata renang, lalu, Byurrrrrr...hactic Monday terasa tak ada apa-apanya disini. Rasa penat dan sumuk dalam dekejap tertendang pantatnya. Renang gratis paling puas yang pernah saya alami. Seakan tidak puas dengan air terjun yang ada di bawah, saya ingin menjajal air terjun yang ada diatas air terjun ini namun sayang, saya menemukan dead end (jalan buntu). Seharusnya ada jalan keatasnya. Namun, hari keburu sore, stime to go home.

So, saya mengambil bekas kantong plastik yang dibuang orang, memasukan HP,MP3 player dan kunci mobil, dan begegas pergi. Tak lupa saya sempatkan diri untuk menengoknya sekali lagi sebelum benar-banar beranjak.

Overall, ini tampat asyik punya. merupakam tempat berkunjung yang ada di list A saya. Namun saperti filisofi ying-yang ada putih ada hitam. Ditengah keindahan air terjun ini ada juga tangan-tangan jahil yang mencoret-coret dinding Air terjun, mengukir nama mereka di batang pohon dengan melukai kulit pohon, membuang sampah plastik bekas kemasan minuman dan makanan dengan sembarangan serta mencorat-coret fasilitas lopo serta WC umumnya...sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab :(

Well somoga warisan alam ini bisa kita jaga bersama sehingga bisa dinikmati lebih lama.

Bagi anda yang ingin malancong ke tempat ini namun bingung mencarinya, anda bisa menghubungi saya di 08121576030..saya bersedia menjadi penunjuk jalan untuk anda :) (saya nggak bilang gratis lho hihihih)

Okey, sekian dulu, teruslah menjaga lingkungan anda agar kelak dapat menjadi warisan tak ternilai buat keturunan anda bukan hanya sebuah cerita legenda air terjun.

Heal The World :)

Monday, May 25, 2009

Papan Iklan Jembatan Waru Terbakar

Kemarin sore, 24/05/09, sekitar pikul 17, saya melintas di jalan waru dengan kecepatan lumayan tinggi karena waktu itu saya hampir terlambat untuk bertemu dengan seseorang. Ketika mendekati jembatan saya agak terperangah. Tidak biasanya polisi memarkirkan sepeda motornya menutupi jalan masuk jembatan. Apalagi ini bukan motor patroli. Saya baru sadar ketika jalan yang melewati kolong jembatan begitu macetnya. saya sempat berpikir, ah jangan-jangan ada kecelakaan lalulintas,kampanye presiden atau mungkin para bonek sedang berulah. Ternyata dugaan saya salah, sesampai di sebrang jembatan saya melihat banyak orang yang menatap ke papan iklan di atas jembatan. Ternyata papan iklan biasanya memuat iklan tentang sinetron baru produksi suatu Production House tertentu sedang terbakar.

Gambar di atas merupakan hasil jepretan Handphone saya...maaf jika gambarnya kurang jelas karena saya memotret dalam keadaan sangat terburu-buru waktu itu.

Di situ bisa dilihat jika api mulai membakar bagian atasnya. Dugaan saya, mngkin terjadi arus pendek pada noen box diatas papan iklan tersebut. Well semoga tidak ada korban yang harus menderita dari peristiwa ini.

saya pun melanjutkan perjalanan saya menemui seseorang.